• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Yuk Intip Proses Pembuatan Kain Sutra

Senin, 21 Juni 2010 23:46 WIB
Yuk Intip Proses Pembuatan Kain Sutra
IST
TRIBUNNEWS.COM - Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur)

Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membolehkan kain sutra membiaskan cahaya pada pelbagai sudut

Untuk menghasilkan sutera yang baik diperlukan ulat serta makanannya berupa daun murbai. Bagi yang belum mengetahui pohon serta daunnya lihat gambar dibawah ini :

Sutera2
Daun Murbai
Sutera3
Ulat sutra diletakan pada wadah yang berisi daun murbai sebagai makanan ulat tersebut

Sutera4
Tempat peternakan ulat sutra

Sutera5
Setelah kenyang ulat sutra akan membentuk coccon/kepompong sutra yang merupakan bahan dasar dari kain sutra

Sutera6
Kepompong sutera mulai terbentuk

Sutera7
Kepompong ulat sutra saat dipanen

Sutera8
Isi dalam kepompong tersebut

Sutera9
Kepompong siap dipintal untuk dijadikan benang sutra

Fakta menarik tentang ulat sutra :
1.Ketika Ulat sutra berumur 25 hari, berat mereka 10.000 kali sejak mereka ditetaskan.
2.Diperlukan 5500 ulat sutra untuk menghasilkan 1Kg sutra
3.1 kepompong ulat sutera, apabila helainya dibentangkan maka benang suteranya akansepanjang 1000 yard.
4.Makanan kesukaan ulat sutra adalah daun Murbai

Legenda

Sutera ditemukan dan digunakan pertama kali di Cina dibawah Kekaisaran Huang Ti ( Yellow Emperor ) sekitar tahun 2697 s/d 2597 Sebelum Masehi. Legenda mengatakan bahwa Lei-tzu sang Permaisuri kerajaan saat itu sedang memperhatikan kepompong di pohon mulberry dan kemudian mengambilnya, tanpa sengaja kepompong tersebut jatuh di cangkir teh sang permaisuri.

Saat akan mengambil kepompong tersebut sang permaisuri menyadari bahwa kepompong tersebut kemudian menjadi berbentuk helaian benang yang halus dan panjang. Inilah awal pertamakali benang sutera ditemukan. Di Cina kemudian permaisuri tersebut sampai sekarang dikenal sebagai Si Ling-chi atau Lady of the Silkworm.

Tulisan dikirimkan Edmon H
Sumber (kaskus/net)

Editor: Prawira Maulana
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas