Blog Tribunners

Log Zhelebour - Rock Never Die!

Setiapkali menyebut nama Log Zhelebour, orang selalu mengkaitkan dirinya dengan rock

Log Zhelebour - Rock Never Die!
AP
Karya musik klasik Mozart

            TRIBUNNEWS.COM - Setiapkali menyebut nama Log Zhelebour, orang selalu mengkaitkan dirinya dengan rock, baik dalam kapasitasnya sebagai promotor maupun produser rekaman. Sebagai promotor musik yang sudah digeluti sejak tahun 1980-an, nama Log Zhelebour sudah terpatri dengan predikat promotor spesialis rock. Sementara sebagai produser rekaman yang diterjuni sejak tahun 1989, Log secara konsisiten mengkhususkan diri memproduksi rekaman album rock dibawah bendera Logiss Records. Itu kemudian orang mengkaitkan dirinya selalu dengan rock yang sudah mendarah-daging dalam jiwa dan terus menyemangati denyut nadinya.

            Kalau kita lihat tongkrongan pria kelahiran Surabaya, 16 Maret 1959, sama sekali dandanannya tidak terkesan sebagai rockernya, justru lebih dibilang sebagai pialang bursa saham. Tapi soal spirit tidak perlu diragukan lagi -- jiwanya seratus persen ngerock.. Perjuangannya untuk mengibarkan panji telah menjadi komitmen hidupnya. Lebih dari setengah perjalanan usianya ia abdikan buat musik rock, buat kejayaan musik rock Indonesia. Jangan dilihat penampilan, yang penting jiwa dan semangatnya -- rock, rock never die, katanya. Di mata Log, musik rock memang tidak ada matinya.

            Perjalanan panjang yang ditempuh dalam menggeluti rock, baik sebagai promotor maupun produser spesialis rock, setidaknya telah menjadikan nama Log Zhelebour sebagai icon showbiz rock Indonesia. Karena apa yang dilakoni selama ini dalam menggeluti showbiz  rock, menurutnya bukan sekadar mengejar profit semata. Tapi semua itu tetap dilandasi nilai idealisme yang sudah menjadi komitmennya untuk memajukan musik rock Indonesia di tanah air. Dan salah satunya yaitu dengan menggelar ajang Festival Rock se Indonesia yang diselenggarakan secara berkala sejak tahun 1984 - 2004.

            "Saya ingin musik rock tetap hidup dan terus berkembang. Salah satunya caranya dengan mengadakan event-event seperti festival rock atau pagelaran rock," ujar Log, mengenang awal dirintisnya festival rock se Indonesia. Awal tujuan dari penyelenggaraan festival rock ini untuk memberi wadah bagi grup rock pemula yang potensial tapi belum sempat mendapat kesempatan tampil kepermukaan dalam skala nasional. Setidaknya dari ajang ini bukan hanya memunculkan jawara-jawara di panggung festival, tapi juga melahirkan grup musik, musisi dan penyanyi rock muda berbakat tampil kepermukaan. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi regenerasi dari para seniornya untuk meneruskan langkah membawa panji-panji rock Indonesia terus jaya berkibar. 

            Dan itu terbukti, dari ajang ini setidaknya telah lahir grup rock tangguh yang mampu berkiprah di blantika musik negeri ini. Sebut saja diantaranya, Elpamas, Grass Rock, dan Power Metal. Mereka ini adalah jawara-jawara yang lahir dari Festival Rock se Indonesia. Belum lagi nama-nama lain yang pernah menjadikan event ini sebagai ajang uji nyali, seperti Jamrud (Jam Rock), Boomerang (Lost Angels), Sahara, Jet Liar, Whizzkid, Roxx, Andromedha Rock Band, Modern Gank (Lepiss), Relp, atau Kobe. Termasuk Slank, salah satu grup rock papan atas saat ini yang dulunya juga pernah uji nyali di ajang ini, meski hanya sampai di babak perempat final.

            Log mengaku mensyukuri, karena selama menggelar panggung pertujukkan rock ini selalu mendapat dukungan penuh dari pihak perusahaan rokok yang mensponsori. Bahkan hampir setiap event musik yang dibuatnya selalu didukung perusahaan rokok sebagai sponsor penyandang dana. Hubungan mutualisme ini ibaratnya sudah jadi satu kesatuan yang tidak terpisahkankan lagi, Log, Rock dan Rokok. "Duit dari mana lagi kalau nggak pakai sponsor. Karena untuk biaya semuanya, nggak sanggup dari kocek pribadi, apalagi kalau cuma mengandalkan dari hasil penjualan tiket, nggak nutup," katanya dengan logat Suroboyoan yang medok. Waktu itu salah satu perusahaan rokok yang paling sering memback-upnya kegiatan showbiz-nya yakni PT Djarum.

            Di dunia showbiz, reputasi Log Zhelebour sebagai promotor spesialis rock ini memang tidak usah diragukan dan diperdebatkan lagi. Dengan jam terbang lebih dari 30 tahunan, telah membuktikan sekaligus semakin mempertegas eksistensinya dalam dunia showbiz musik. "Kepercayaan dan profesionalisme, itulah kuncinya. Tanpa itu jangan harap kita akan dipercaya pihak sponsor," tegasnya, dengan serius. Itulah salah satu kata kunci sukses dan keberhasilannya.

            Setelah 3 tahun absen dari panggung music rock, Log mencoba come back dengan merangkul produk rokok Apache, menggelar Konser Rock 3 Dekade di lapangan Brigif 15 Cimahi – Bandung, 4 Desember 2010, menampilkan diantaranya Jamrud, Pas, Edane, Kobe, Superkid, Roy Jeconiah, John Paul Ivan, Mel Shandy, Mujizat, Workstation, Rudal, Sahara, Banhasir Kaisar. Semoga event ini menjadi momentum come back-nya Log Zjelebour di panggung music rock Indonesia.  Salam tiga jari dari rakyat metal - Rock Never Die!

Penulis: Alex Palit
Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved