• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunners

Keripik Kelakai, Snack Khas Kuala Kapuas

Senin, 16 Mei 2011 07:05 WIB
Keripik Kelakai, Snack Khas Kuala Kapuas
IST
Keripik Kelakai

Kalteng Expo 2011 yang merupakan rangkaian  HUT Provinsi Kalimantan Tengah digelar pada tanggal 19 sampai 23 Mei 2011 mendatang. Dalam kesempatan ini Kabupaten Kapuas akan menampilkan beberapa produk unggulan daerah diantaranya cenderamata dan kudapan khas seperti Kerajinan Getah Nyatu, Manisan Terong Asam dan Keripik Kelakai.

Keripik Kelakai adalah kudapan asli dan khas kota Kuala Kapuas sehingga patut diketengahkan bagi khalayak.

Kelakai dalam istilah Dayak adalah tanaman jenis paku-pakuan, sangat mudah dijumpai di sebagian besar lahan rawa di Kabupaten Kapuas. Habitat tanaman ini memang daerah basah dan tergenang. Tanaman ini memiliki sistem perakaran serabut dan cara penyebarannya dengan tunas dan sulur serta spora.

Tanaman Kelakai cukup mudah berkembang dan bila dibiarkan akan menutupi area yang cukup luas.

Tanaman Kelakai dikenali memiliki banyak khasiat seperti anti diare. Selain itu dipercayai masyarakat Dayak sebagai obat penambah darah serta obat awet muda. Tidak lupa, pucuk muda kelakai merupakan bahan masakan yang cukup lezat, yang di kalangan penduduk asli Kalimantan merupakan salah satu makanan favorit (diantaranya oseng kelakai, juhu kelakai, bening kelakai  dll).

Salah satu usaha penganeka-ragaman penganan kelakai adalah  diolah menjadi keripik kelakai, sebagai mana yang selama ini telah diusahakan oleh Flamboyan 108 Kuala Kapuas, binaan Dinas Pertanian TPH Kabupaten Kapuas.

Menariknya, tumbuhan yang kerap dijadikan sayur itu memiliki manfaat unik. Kalakai ternyata dapat menunda proses penuaan manusia. Berdasarkan studi empirik diketahui bahwa kalakai dipergunakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah untuk mengobati anemia, pereda demam, mengobati sakit kulit, serta obat awet muda.

Secara ilmiah, Kelakai menurut Domain-nya adalah: Eukaryota – Whittaker & Margulis,1978, merupakan  Kingdom: Plantae () – Haeckel, 1866 – Plants,  Subkingdom: Viridaeplantae () – Cavalier-Smith, 1981,  Division: Pteridophyta, Phylum: Tracheophyta () – Sinnott, 1935 Ex Cavalier-Smith, 1998 – Vascular Plants,  Subphylum: Euphyllophytina () dan Infraphylum: Moniliformopses () – Kenrick & Crane, 1997, Nom. Nud. Adapun  Class-nya adalah: Filicopsida () – Cronquist Et Al.,  Order: Filicales () – Link,  Family: Blechnaceae () – (C. Presl, 1851) Copeland, 1947 – Chain Fern Family,  Tribe: Narcisseae (),  Genus: Stenochlaena () – Linnaeus, 1753,  Specific epithet: palustris – (Burm.) Bedd, dengan nama Botaninya: Stenochlaena palustris (Burm.) Bedd.

Editor: Widiyabuana Andarias
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
117149 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas