Tribunners / Citizen Journalism

Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya

Sebanyak 40an pemakalah akan tampil sebagai pembicara dalam Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya 17 Maret 2012.

Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya
TRIBUNNERS
JELANG TSN - Panitia Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya (TSN) melakukan rapat evaluasi pekan lalu di kantor Dinas Pariwisata Kota Padang jelang penyelenggaran event internasional TSN yang akan berlangsung 16-18 Maret 2012 di Padang. Event ini ikut mempromosikan potensi pariwisata kota Padang khususnya dan Ranah Minang umumnya.

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Sebanyak 40an pemakalah akan tampil sebagai pembicara dalam Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya 17 Maret 2012 mendatang di Padang. Seminar ini digelar atas kerjasama Masyarakat Sejarahwan Indonesia (MSI) Sumatera Barat bersama Pemko Padang dalam rangkaian kegiatan Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya (16-18 Maret 2012) yang melibatkan lima negara.

Koordinator Seminar Internasional Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., dalam rilisnya Rabu (29/2/2012) mengatakan, seminar ini bertujuan untuk mendiskusikan identitas kultural dan dinamika multikultural sesama negara serumpun serta mendiskusikan pemberdayaan potensi material dan kultural negara serumpun melayu dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

"Selain itu untuk mendiskusikan dunia Melayu Nusantara dalam konteks sosial budaya dan mempertebal rasa persatuan, kesatuan sesama negara serumpun," ujarnya.

Seminar internasional ini, sebut Zusneli, dibagi dalam tiga kategori kegiatan, yaitu Sastra, Budaya dan Sejarah. Tema Sastra: "Sastra Melayu dan Identitas Kultural". Budaya: "Merakit Benang Merah Melayu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, dan Thailand Selatan", dan Sejarah: "Menelusuri Sejarah Rumpun Melayu di Asia Tenggara".

Pemakalah utama akan tampil Prof. Dr. Mestika Zed, MA, Prof. Dr. Nursyirwan Efendi, Prof. Dr. Eka Budianta (Indonesia), Prof. Dr. Ahmad Kamal Abdullah (Malaysia), Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan (Thailand). Pemakalah dari Brunei Darussalam dan Singapura masih menunggu konfirmasi.
Pemakalah lain akan tampil: Prof. Madya Dr. Fauzi bin Deraman (Universiti Malaya), Jannatul Husna bin Ali Nuar, MA (Universiti Malaya), Dr. Lindayanti. M. Hum (Unand), Witrianto, S.S., M. Hum., M. Si (Unand), Dr. Siti Fatimah, M.Pd, M.Hum, Dasman Djamaluddin, S.H, M.Hum, Parlindungan Simbolon (Universiti Malaya), Jumhari, S.S (BPSNT Padang), Jannatul Husna bin Nuar, M.A (Universiti Malaya), dan Prof. Madya Dr. Fauzi bin Deraman (Universiti Malaya).

Sementara pemakalah kategori Budaya: Dr. Zusmelia., M. Si (STKIP PGRI Padang), Witriato, SS, M. Hum, M.Si (Unand), Dr. Sri Hartiningsih, MM, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, Dasrizal (STKIP PGRI Padang), Rinel Fitlayeni (STKIP PGRI Padang), Indrani Dewi Anggraini, Ka'bati (Unand), Dr. Zusmelia, M. Si (STKIP PGRI Padang), Fazilah Husein, PhD (Universiti Putra Malaysia), Nurdilla Zaini, M.A (Universiti Putra Malaysia), Undri, S.S, M.Si (BPSNT Padang), Dr. Maihasni (Unand), Silvia Devi, S.Sos (BPSNT Padang), Adiyalmon, S.Ag, M.Pd (STKIP PGRI Padang), Marleni, dan Refni Yulia, S.S, M.Hum, Elvawati (Staf Pengajar Prodi Sosiologi STKIP PGRI Padang).

Sementara pemakalah kategori Sastra, diantaranya: Dr. A. Halim Ali (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia), Prof. Dr. Agustina, M.Hum (UNP), Irwan Abu Bakar, Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M. Si (UPI Bandung), Viddy AD Daery (Lamongan, Jawa Timur), Dr. Victor A. Pogadaev (Universiti Malaya), dan Syamsurizal (Balai Bahasa Bengkuli).

Seminar Internasional Budaya Melayu Raya ini akan dipusatkan di dua tempat di Padang, yaitu di aula Museum Adityawarman dan Taman Budaya Sumbar. Peserta juga melibatkan para dosen, guru, mahasiswa dan kalangan umum yang ditandai dengan bukti pendaftaran keikutsertaan di nomor kontak panitia 0813 9224 0062.

Sampai Rabu (29/2/2012) peserta Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya yang mendaftarkan keikutsertaan mereka dalam event ini telah mencapai 233 orang yang berasal dari sejumlah daerah, diantaranya: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, Lampung, Madura, Lamongan, Depok, Semarang, Sumatera Selatan, Tuban, Selong, NTB, Purwakarta, NTT, Jawa Barat, Bekasi, dan Jember. Sementara dari negara jiran: Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam.

"Peserta dari Indonesia sangat mendominasi. Ini membuktikan bahwa acara silaturahim Sastrawan Nusantara Melayu Raya (TSN) ini disambut dengan sangat antusias oleh para sastrawan dan penulis muda di berbagai daerah," ujar Sastri Bakry, Ketua Pengarah TSN.

Sastri mengatakan, kegiatan silaturahim ini juga ditinjau oleh empat orang staf Sekretariat Kabinet RI, yaitu: Drs. R. Theodorus Djoko Rahwidiarto, M.Si, Rahmat, BBA., Winarti, S.IP, dan Sisca Ria Catalena Hariandja.

Ditambahkan, selain Seminar Internasional Budaya Nusanatara Melayu Raya, rangkaian kegiatan TSN lainnya adalah Lomba Baca Puisi untuk siswa SLTA se kota Padang, Bazar dan Peluncuran Buku, Malam Baca Puisi bersama Sastrawan, serta Wisata Sastra.

Editor: Anita K Wardhani
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved