• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunners

Blog Tribunners

Widiyabuana Slay

Kenaikan Harga BBM Juga Terjadi di Amerika Serikat

Jumat, 30 Maret 2012 13:58 WIB
Kenaikan Harga BBM Juga Terjadi di Amerika Serikat
Yaho News
Presiden Amerika Serikat (AS),Barack Obama.

TRIBUNNEWS.COM - Jika pemerintahan SBY akhir-akhir ini diguncang aksi demonstrasi akibat rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laporan Reuters 27 Maret 2012, lebih dari dua pertiga dari warga AS tidak setuju cara Presiden Obama mengatasi masalah kenaikan harga BBM yang sangat tinggi meski mereka tak menyalahkanya. Ini merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos secara online.

Seperti ditulis Fox News pada 19 Maret lalu, dengan meningkatnya harga BBM, sejumlah warga AS terpaksa mencari harga murah untuk mengisi tangki bensin kendaraan mereka. Tapi ini harus dibayar dengan kondisi di mana tempat mereka membeli BBM adalah Meksiko. Ini wilayah yang sangat berisiko bagi warga AS terutama dengan makin meningkatnya kekerasan kartel obat bius dan penculikan dengan meminta uang tebusan.

Harga nasional rata-rata di negara itu per galon sekitar 3,80 dollar AS atau sekitar Rp 34 ribu (satu dollar AS= Rp 9.180). Sementara untuk wilayah California, harga itu berkisar 4,35 dollar AS per galon (satu galon: 3,7 liter). Sejumlah analis menilai kenaikan ini akan terus berlangsung hingga musim panas mendatang.

Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos secara online menyebutkan, 68 persen tidak setuju dan 24 persen setuju cara Obama memberikan respon atas kenaikan harga BBM dan menjadi isu penting dalam pemilihan presiden AS tahun 2012.

Dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini, harga BBM di AS naik 0,30 dollar AS per galon dan menyentuh angka 3.90 dollar AS per galon (Rp 35.802). Ini kemudian menjadi isu bagi Partai Republik untuk mendongkel partai penguasa, Demokrat, pada pemilu 6 November nanti.

Dalam laporan yang diturunkan CNN pada 12 Februari 2012, kenaikan harga minyak di Laut Utara menjadi penyebab kenaikan BBM di AS sebanyak 12 sen sejak akhir Januari tahun ini. Berdasarkan hasil survei Lundberg Survey, harga rata-rata normal mencapai 3.51 per galon Hasil survei ini berdasarkan data dari 2.500 pom bensin di seluruh negara itu yang dilakukan dua kali sebulan.

Minyak mentah Brent di Eropa, yang selama ini digunakan di AS sebagai bahan bakar alternatif, diperdagangkan pada angka 7.45 dollar AS per barel pada periode yang sama. Lundberg menulis, penyebab kenaikan ini antara lain dikuranginya produksi minyak di Laut Utara, ketegangan politik di Iran, serta negara tetangga dan kekuatan Barat di wilayah itu. Ikut pula memberi andil antara lain adanya ketegangan di Sudan dan negara independen Sudan Selatan membuat turunnnya pasokan minyak dari pasaran dunia.

*Penulis adalah jurnalis dan editor Tribunnews.com

Penulis: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
399342 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas