Jumat, 19 Desember 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Mau Tas Burberry, Louis Vuitton atau Aigner Supermurah?

Senin, 23 April 2012 14:10 WIB

Mau Tas Burberry, Louis Vuitton atau Aigner Supermurah? - flomark1.jpg
IST
Mau Tas Burberry, Louis Vuitton atau Aigner Supermurah? - flohmark2.JPG
IST
Mau Tas Burberry, Louis Vuitton atau Aigner Supermurah? - flohmark3.JPG
IST
Mau Tas Burberry, Louis Vuitton atau Aigner Supermurah? - flohmark4.JPG
IST

Laporan Tribunners, Wahyu Sunduseng, dari Bonn

TRIBUNNEWS.COM - Bonn merupakan bekas ibukota Jerman, dan kemudian setelah penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur pada tahun 1990 maka ibukota Jerman berpindah ke Berlin.
Sebagai mantan ibukota, Bonn masih menjadi tempat yang menarik, karena selain masih menjadi kota international, di mana banyak perusahaan perusahaan multinational yang berkantor pusat di Bonn, juga masih memeliki acara acara unik yang tidak di miliki kota lain.

Salah satu jenis kegiatan yang unik adalah Flohmark, atau dalam bahasa Indonesianya Pasar Loak.    Ya...memang demikian adanya, karena barang barang yang dijual pada umumnya  merupakan barang barang bekas.  

Di pasar loak banyak sekali barang barang bekas tapi berkualitas yang dapat di beli dengan harga murah, mulai dari barang barang antik, souvenir, segala jenis kebutuhan sandang, sepeda dan maenan anak anak.  Untuk pencinta musik juga ada kaset kaset lama, piringan hitam dan poster poster jaman dahulu, yang mungkin sudah termasuk barang langkah.

Pengunjung yang datang ke Flohmark ini banyak sekali, tua-muda, anak anak dan ibu ibu, hampir semua ada.  Beberapa memang mau mencari sesuatu, mungkin untuk kebutuhan di rumah atau koleksi, sebagian juga datang hanya untuk melihat-lihat, atau sekedar cuci mata.

Flohmark yang diadakan di Bonn merupakan pasar loak yang terbesar di seluruh eropa, diakan mulai musim semi sampai musim gugur, atau bulan april sampai september, dan hari pelaksanaanya selalu di hari sabtu minggu ke-3.  Tempatnya di Rheinaue, merupakan taman kota yang dikelilingi oleh pohon pohon dan banyak tempat bermain untuk anak anak.

Soal harga, sama sekali tidak ada patokan.  Di pasar ini anda bebas untuk menawar, dan sama sekali tidak ada batas, jadi kemampuan tawar menawar sangat dibutuhkan.

Karena pada prinsipnya, tujuan utama dari pasar ini merupakan kesempatan bagi warga Bonn dan sekitarnya untuk ’membuang’ barang barangnya, atau istilahnya cuci gudang.  Tapi mereka tidak sampai hati untuk benar benar membuangnya ke tempat sampah, karena mutu barangnya tersebut masih sangat bagus.  

Jadi mereka benar benar hanya tidak membutuhkan barang tersebut, dan tidak punya tempat lagi kalau di simpan di rumah.  Jadi untuk praktisnya mereka menjualnya dengan harga sekedarnya saja.

Bahkan pada akhir akhir jam penjualan, biasanya mereka menggratiskan begitu saja barang barang mereka, dengan sopan mereka mengatakan ’ambil sajalah barang barang yang benar benar kau butuhkan, tidak usah bayar’,  enak kan ??

Tapi belakangan ini, banyak juga pedagang yang menjual secara professional, artinya menjual di flohmark sudah menjadi kerjaan utamanya, dan tujuannya untuk mengambil untung.  Biasanya ini dilakukan oleh pendatang (bukan warga Jerman).  Jadi tetap harus hati hati juga, lebih baik membeli langsung dari pengguna.  Jika anda beruntung bisa saja anda mendapatkan tas bermerk seperti Burberry, Louis Vuitton atau Aigner dengan harga 2 Euro, memang bekas tapi asli lho !! bukan KW-KW-an.

*Wahyu Sunduseng adalah warga Indonesia dan tinggal di Bonn, Jerman

Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas