• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Faisal Basri dan Anak Bawa Celengan ke KPK

Jumat, 29 Juni 2012 20:10 WIB
Faisal Basri dan Anak Bawa Celengan ke KPK
IST
Faisal Basri, Jumat (29/6/2012), mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk dukungan kepada lembaga tersebut.

TRIBUNNEWS.COM -  Faisal Basri, hari ini, Jumat (29/6/2012), mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk dukungan kepada lembaga tersebut. Faisal datang tanpa atribut calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.

Faisal datang ke KPK dengan ditemani dua anaknya, Abby dan Athar. Athar datang membawa celengannya dan dia secara sukarela ikut nyawer untuk pembangunan gedung KPK. Setelah dihitung, uang dalam celengan Athar sebanyak Rp371.000.

Sebagai wujud solidaritas, Faisal turut menyumbang Rp1.000.000 dari Faisal-Biem dan Rp1.000.000 dari koceknya sendiri.

"Ikhlas," kata Athar sambil tersenyum saat ditanya wartawan, apakah ikhlas jika celengannya di sumbangkan ke KPK.

Saat ini KPK tengah mendapat sorotan media menyusul maraknya dukungan masyarakat kepada lembaga tersebut untuk mendapatkan gedung baru yang lebih besar demi menampung karyawannya yang jumlahnya sudah cukup banyak.

“Dengan gedung baru tersebut, kinerja KPK diharapkan bisa lebih meningkat karena suasananya pasti lebih nyaman dibandingkan sekarang yang berdesak-desakan,” kata Faisal Basri.

Faisal menyambut baik dukungan banyak pihak yang menyawer KPK demi pembangunan gedung baru itu.

”Sistem saweran memang sejalan dengan prinsip kami. Kalau KPK mendapat saweran dari rakyat, maka KPK akan merasa berutang kepada rakyat sehingga lebih bersemangat dalam berjuang demi rakyat,” kata Faisal.

Meskipun demikian, Faisal menyadari bahwa tetaplah tugas negara untuk menyediakan biaya pembangunan gedung tersebut.

“Sulit bagi pihak luar untuk memberikan bantuan ke lembaga negara karena akan masuk dalam ranah gratifikasi yang dilarang. Pejabat negara tidak boleh menerima meskipun itu demi pelayanan yang lebih baik,” kata Faisal.

Faisal juga menyerukan agar rakyat tidak hanya meratap diri dan mengutuk kehidupan politik Indonesia yang sudah berada di bawah titik nol.

“Silakan melakukan kritik lewat media apapun, baik lewat koran, buku atau media sosial seperti Facebook atau Twitter,” kata dia.

Tetapi yang lebih penting, kata dia, adalah keterlibatan rakyat untuk mulai membangun platform politik yang independen dari partai politik dan fokus kepada kepentingan warga.

“Tanpa tindakan konkret rakyat dan warga, partai politik akan terus menjadi masalah dalam kehidupan kita. Ini sebagai simbol perlawanan terhadap sistem legislasi yang penuh dengan kebusukan transaksi politik, korup dan kebuntuan akal sehat. Hal-hal seperti ini bisa terus dilakukan sebagai bentuk kemandirian warga dan keberpihakan rakyat terhadap perlawanan pada korupsi,” kata dia.

Faisal merupakan aktivis anti-korupsi yang sejak lama terlibat dalam banyak gerakan untuk menentang praktik kotor yang sudah banyak merugikan negara. (***)

TIM PEMENANGAN PASANGAN INDEPENDEN FAISAL-BIEM


Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
0 KOMENTAR
678611 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas