Minggu, 29 Maret 2015
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Dana Asing Antirokok Memang Tendensius

Selasa, 14 Agustus 2012 19:42 WIB

Dana Asing Antirokok Memang Tendensius
int

TRIBUNNEWS.COM - Sikap mempersoalkan dana asing dan argumen nasionalisme dalam menghadapi kampanye antirokok bukan berdasar pada alasan sembarangan. Data-data hasil riset jelas membuktikan bahwa dana Bloomberg Initiative yang dikucurkan kepada gerakan antirokok benar-benar ditunggangi kepentingan industri farmasi multinasional.

Demikian disampaikan Alfa Gumilang, Sekretaris Jendral Komunitas Kretek, dalam sebuah pernyataan pers di Yogyakarta, Senin (14/8/2012). Pernyataan tersebut dirilis untuk menanggapi Kartono Mohamad, yang dari forum ke forum tengah gencar menyampaikan bahwa dana Bloomberg Initiative bebas kepentingan.

“Kami bukan para pengidap xenophobia yang alergi dengan apa pun asal berbau asing. Bantuan asing bukan masalah, sepanjang tidak diboncengi kepentingan-kepentingan terselubung yang nantinya akan merugikan kepentingan nasional kita,” tegas Alfa.

 Sementara, lanjut jebolan Universitas Bung Karno ini, problem yang mengiringi bantuan Bloomberg Initiative adalah fakta bahwa Michael Bloomberg merupakan pemangku kepentingan industri farmasi multinasional. Di saat yang sama, dari berbagai riset, mulai Wanda Hamilton hingga Salamuddin Daeng, terbuktilah bahwa memang kampanye antirokok sangat menguntungkan industri farmasi.

Dilihat dari perkembangan di negara-negara yang meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) pun, nyata bahwa industri farmasi menangguk untung selangit melalui penjualan massal nicotine replacement therapy. Alfa menyebut misalnya keuntungan yang diraup dari Belgia (28,5 juta USD), Spanyol (9,7 juta USD), Prancis (9,1 juta USD), Italia (5 juta USD), dan Irlandia (2,2 juta USD). Padahal, NRT tidak akan terpasarkan secara massif andaikata FCTC tidak diratifikasi di suatu negara, sedangkan negara terkait tidak akan meratifikasi FCTC bila tidak ada gempuran gencar kampanye antirokok (yang secara umum dikomando oleh lembaga-lembaga swadaya setempat).

“Dengan bukti-bukti di negara yang sudah meratifikasi FCTC itu, lalu tendensi dana Bloomberg mau dibantah di mana lagi?” tantang Alfa.

Sebagaimana diberitakan, Kartono Mohamad, salah satu dedengkot gerakan antirokok Indonesia, dalam beberapa kesempatan menampik tendensi di balik dana asing untuk membiayai kampanye antirokok.

Halaman12
Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas