Selasa, 23 Desember 2014
Tribunners

Blog Tribunners

Widiyabuana Slay

Waspada Copet ala Pegawai Kantoran di Halte Transjakarta

Sabtu, 29 September 2012 08:55 WIB

Waspada Copet ala Pegawai Kantoran di Halte Transjakarta
TRIBUNNEWS.COM/WIDIYABUANA ANDARIAS
Suasana di luar halte busway Transjakarta di kawasan Bundaran HI, Kamis (27/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM - Saya dengan seorang teman yang baru saja datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara, menggunakan jasa pelayanan bus Transjakarta yang digembar-gemborkan sebagai sarana transportasi yang aman dan nyaman. Namun, ternyata pernyataan itu seperti api jauh dari panggang.

Setelah berkeliling-keliling di sekitar area Grand Indonesia dan Plaza Indonesia, kami memutuskan untuk pulang dengan menggunakan busway, Kamis (27/9/2012). Sekitar pukul 18.30 WIB, kami memilih halte Bundaran HI. Ternyata, suasana menunggu sungguh sesak. Semua saling dorong-dorongan. Parahnya lagi, tak ada petugas yang berjaga-jaga di sekitar halte.

Saat berangkat dari halte Juanda menuju Bundaran HI, di setiap halte ada dua petugas yang berjaga-jaga menggunakan rompi warna merah. Namun, ketika padat penumpang, tak satupun yang kelihatan batang hidungnya.

Karena menganggap busway lumayan aman jika dibandingkan dengan bus-bus lainnya, maka saya tidak terlalu memperhatikan calon penumpang lain dengan alasan karena semuanya terlihat seperti orang yang baru saja pulang kerja mengenakan pakaian kantoran.

Ternyata anggapan saya salah. Saya baru sadar ketika hendak naik ke busway dompet dan ponsel saya hilang. Lima kartu kredit, dua kartu ATM, sejumlah kartu penting lainnya, uang tunai Rp 1 juta dan uang 100 dollar AS pun lenyap digondol copet bergaya ala orang kantoran. Tak ada petugas di lokasi yang bisa membantu mungkin saja copet masih ada di sekitar dan memeriksa tas setiap calon penumpang.

Jadi, sekadar informasi, jangan percaya 100 persen penumpang busway yang terlihat bergaya ala kantoran karena itu bisa saja kamuflase. Hal lain, meski halte menyediakan wifi gratis, sebaiknya fokus saja untuk menunggu busway terutama pada jam-jam padat seperti saat pulang kantor. Setelah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, ini pengalaman pertama pencopet berhasil mengelabui saya dan ironisnya itu terjadi di halte busway Transjakarta yang katanya aman.

Hal lain, jika ada seorang calon penumpang yang terus berbicara sementara yang lain hanya diam, waspada kemungkinan ia adalah copet yang berusaha mengalihkan perhatian Anda. Sebagai masukan untuk pengelola Transjakarta, sebaiknya menyediakan lebih banyak petugas yang berjaga terutama ketika pada jam-jam sibuk.

Jika ingin meniru transportasi massal, sebaiknya bercerminlah ke negara tetangga, Singapura. Tak perlu jauh-jauh ke Eropa melakukan studi banding yang hanya menghabiskan uang rakyat saja. Di Negara Singa itu, transportasi massal sungguh aman dan nyaman meski Anda bepergian pada malam hari. Ketika sempat mengunjungi Singapura, beberapa waktu lalu, saya tak perlu takut tas saya dijambret atau dicopet ketika sedang berdesak-desakan.

*Jurnalis dan blogger, tinggal di Jakarta

TRIBUNNERS POPULER


Penulis: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas