Senin, 4 Mei 2015
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

BP Migas Bubar Harga BBM Tetap Terancam Naik

Rabu, 14 November 2012 01:35 WIB

BP Migas Bubar Harga BBM Tetap Terancam Naik
net
Ichsanuddin Noorsy

BP Migas Bubar  Harga BBM Tetap Terancam Naik

Oleh; DR Ichsanuddin Noorsy

TRIBUNNEWS.COM--Dalam gugatan PP Muhammadiyah dkk tentang UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Badan Pelaksana (BP) Migas bertentang dengan konstitusi.

Lalu, apa manfaat bagi masyarakat atas putusan MK itu ? Keuntungan yang bersifat material tentu saja tidak ada. Berlakunya persaingan usaha yang sehat dan wajar juga dibenarkan MK serta menyetujui pemisahan hulu dengan hilir sehingga akan terjadi efisiensi berkeadilan.

Merujuk putusan MK 21 Desember 2004, harga migas ditetapkan oleh Pemerintah seperti diatur pasal 28 ayat (2) UU Migas, sama sekali tidak diubah. Sisi lain Indonesia mengimpor minyak olahan sebanyak 40 persen dari total kebutuhan 65 juta kilo liter.

Inilah yang menjadi argumentasi saya, betapa pentingnya Pemerintah terbuka menyampaikan struktur biaya produksi sendiri untuk premium, dan bagaimana struktur biaya impor migas.

Dari dua struktur biaya ini, maka kita akan peroleh harga campuran. Dengan ketergantungan pada impor itulah, ditambah tekanan lembaga multilateral dan tekanan negara adidaya, maka putusan MK kali ini pun tidak memberi jaminan harga BBM tidak akan naik.

Halaman123
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas