Blog Tribunners

Cara Mengatasi Keringat yang Berlebih

Tak ada satu orang pun di antara kita yang ingin memiliki bau badan. Keringat yang keluar dari tubuh kita

Cara Mengatasi Keringat yang Berlebih
IST
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM - Tak ada satu orang pun di antara kita yang ingin memiliki bau badan. Keringat yang keluar dari tubuh kita tak jarang menghasilkan bau tak sedap. Apalagi keringat yang dihasilkan berlebihan, atau dalam istilah Hiperhidrosis.

Letak Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa menyebabkan kita berada di wilayah yang beriklim tropis. Setiap harinya, Indonesia mendapat sinar matahari yang membuat kita gerah dan tubuh mengeluarkan keringat yang berlebih. Apalagi dampak pemanasan global membuat iklim tak menentu dan membuat suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dari biasanya.

Dengan suhu udara yang panas, tubuh mengeluarkan cairan yang disebut keringat. Cairan yang keluar itu sendiri berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh kita. Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena suhu yang panas. Oleh karena itu, pada cuaca yang panas atau setelah melakukan kegiatan fisik yang berat, keringat pun dihasilkan. Tidak hanya itu, keringat juga dapat dihasilkan ketika kita dalam keadaan gugup dan mual. Namun, tahukah Anda ada sebagian orang yang mengeluarkan keringat berlebih saat mereka tidak kepanasan atau melakukan kegiatan berat?

Hiperhidrosis adalah kondisi ketika seseorang menghasilkan keringat lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hiperhidrosis tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, seperti infeksi jamur dan bakteri, tetapi Hiperhidrosis juga dapat mengganggu psikologis dan emosional penderitanya.

Misalnya saja, keringat berlebih ketika kita melakukan aktivitas di luar bersama teman. Pastinya, masalah ini sangat berpengaruh pada penampilan kita. Terutama keringat yang keluar pada ketiak (Hiperhidrosis Aksilaris) terinfeksi jamur dan bakteri yang berujung menghasilkan bau tidak sedap. Itulah sebabnya bau badan sering muncul ketika kita berkeringat. Sehingga mengganggu kepercayaan diri saat berada di sekitar.

Biasanya, masalah bau badan muncul karena faktor hormonal atau ketika kita memasuki masa pubertas. Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Wajar saja, banyak yang menghawatirkan masalah ini karena sangat berpengaruh terhadap lingkungan pergaulan. “Saya sering tidak percaya diri ketika berkumpul bersama teman setelah melakukan aktivitas di luar yang membuat saya berkeringat,” ucap Shary.

Keringat tidak hanya dihasilkan dibagian ketiak. Namun, dibagian lain juga, seperti pada tangan (Hiperhidrosis Palmaris) dan kaki (Hidrosis Plantaris).  “Tangan saya sering kali mengeluarkan keringat, itu sangat mengganggu, jadi saya harus membawa sapu tangan atau tisu untuk mengeringkan tangan,” ujar Shary.

Penyebab keringat berlebihan/Hiperhidrosis yang pasti masih belum diketahui. Namun, Hiperhidrosis mempunyai hubungannya dengan aktivitas yang berlebihan pada susunan saraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat atau hiperaktif pada kelenjar keringatnya sendiri. Ada pula yang mengkaitkan masalah keringat dengan penyakit jantung. Sebaiknya untuk masalah ini kita memastikannya kepada dokter.

Cara sederhana pengobatan untuk mengatasi bau badan adalah menjaga kebersihan badan paling tidak mandi 2 kali sehari. Kemudian jangan lupa menggunakan deodoran. Keringat yang keluar akan bertemu bakteri yang menyebabkan bau badan. Untuk mencegah bakteri berkembang di bagian tubuh yang berkeringat, deodorant biasanya terdapat antiseptic yang dapat membunuh bakteri tersebut.

Untuk permasalahan keringat yang berlebih dapat diatasi dengan menggunakan antiperspirant untuk mengurangi keluarnya keringat. Antiperspirant menggunakan bahan kimia untuk menyumbat atau memblokir pori-pori.

Namun, ada salah satu cara paling efektif untuk penghilang bau badan akibat dari keringat yang berlebihan/Hiperhidrosis, cara mengatasinya adalah dengan melakukan injeksi botox. Botok dapat menghalangi saraf pada ketiak, tangan ataupun kaki yang memicu kelenjar keringat. Namun, botox tidak bersifat mutlak. Sehingga harus dilakukan berulang kali.

Dari berbagai cara di atas, Hiperhidrosis dan bau badan dapat di atasi seminimal mungkin. Sehingga kita tidak lagi merasa minder ketika berada di lingkungan pergaulan.

TRIBUNNERS POPULER

Penulis: Mega Bayoe Putri
Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help