Tribunners / Citizen Journalism

Perang China-Jepang Semakin Dekat?

Wajah PM Jepang Shinzo Abe langsung berubah tegang dan serius sekali saat ditanya soal masalah Senkaku

Perang China-Jepang Semakin Dekat?
IST
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Oleh: Richard Susilo*

TRIBUNNEWS.COM - Wajah PM Jepang Shinzo Abe langsung berubah tegang dan serius sekali saat ditanya soal masalah Senkaku oleh wartawan asing.  Tribunnews.com  yang juga hadir pada konperensi pers 11 Januari lalu itu di kantor PM Jepang bersama wartawan lain, semua ikut terfokus tajam kepada suasana serius itu. Padahal sebelumnya PM Jepang Abe bicara soal strategi nasional untuk membangun kembali Jepang, dengan gaya normal tanpa ketegangan di raut wajahnya. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Jepang Lebih Berhak atas Pulau Senkaku)

“Satu hal yang salah sebagai negara yang ikut dalam masyarakat internasional (China) membiarkan perusahaan Jepang di sana menjadi rusak dan juga keselamatan warga Jepang kurang terjaga baik, hanya karena ingin mencapai tujuannya,” tekan Abe di konperensi pers tersebut, mengacu keributan besar di China September tahun lalu.

Kata-kata tersebut sebagai orang Jepang, sudah sangat keras sekali. Bagi warga Jepang mereka langsung menyatakan, “Banzai!” atau “Hidup Jepang!” mengacungkan jempol bagi PM Jepang Abe yang berani mengatakan demikian. Nasionalisme benar-benar bangkit kembali dengan kuat setelah Abe menjadi PM Jepang.

Keprihatinan (kalau tak mau disebut kebencian) orang Jepang kepada China, khususnya dari kalangan pengusaha Jepang sebesar 25,5 persen berdasarkan hasil survei yang dilakukan koran besar Nikkei akhir tahun lalu.

Di bidang pariwisata Jepang, akhir tahun lalu jumlah wisatawan China yang ke Jepang berkurang sekitar 60-70 persen dibandingkan waktu yang sama tahun 2011. Pengurangan wisatawan China yang luar biasa, dan dapat dikatakan sebagai tanda kebencian China kepada Jepang. Atau ketakutan orang China dianggap penghianat oleh teman-temannya barangkali apabila datang ke Jepang. Demikian pula bisnis perusahaan Jepang di China langsung turun sedikitnya 20 persen, warga China boikot tak mau beli produk Jepang terutama mobil Jepang.

Benar-benar parah hubungan kedua negara ini. Bahkan lebih parah lagi pesawat jet China sudah dikerahkan menuju kepulauan Senkaku. F-15 Jepang juga diarahkan ke sana untuk menjaga kedaulatan kepulauan Senkaku. Lalu kapal induk China pun sudah mengarah pula ke arah kepulauan sengketa tersebut. Belum lagi kapal-kapal China yang pura-pura menjadi penangkap ikan atau disebutkan juga ingin melakukan survei pemetaan geografi, seringkali sudah menuju kepulauan Senkaku yang jelas-jelas milik Jepang.

Ketegangan yang luar biasa ini juga terlihat dari peningkatan anggaran militer Jepang 210 miliar yen sehingga total anggaran militer pertahanan Jepang tahun fiskal 2012 (berakhir 31 Maret 2013) menjadi 4,7 triliun yen. Angka yang melonjak sangat besar sekali untuk pertahanan Jepang. Tentu saja Jepang melihat sebagai upaya pembelaan diri dari ancaman asing.

Kemudian saat ini Jepang melakukan dua kali latihan perang berturut-turut dalam janga waktu dekat. Dalam sejarah latihan perang Jepang tak pernah terjadi hal ini dilakukan dalam waktu berdekatan.

Kemarin 15/1 Jepang dan Amerika Serikat mulai menggelar latihan perang udara bersama di perairan Samudra Pasifik, yang melibatkan empat pesawat tempur F-4 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang dan enam pesawat tempur F/A-18 milik AS, berlangsung hingga Jumat.

Halaman
123
Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help