• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Kisah Prabowo Subianto dan Ahok

Kamis, 18 April 2013 21:09 WIB
Kisah Prabowo Subianto dan Ahok
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra,Prabowo Subianto,menggotong nama Basuki Tjahaya Purnama untuk dipasangkan dengan Jokowi maju ke Pilgub DKI 2012

Oleh: Alex Palit*

TRIBUNNEWS.COM - Tulisan ini tak lebih hanyalah sekadar melengkapi artikel sebelumnya “Kenapa Harus Prabowo” di Tribunnews (14/4/2013). Ketika Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra – Prabowo Subianto menggotong nama Basuki Tjahaya Purnama untuk dipasangkan dengan Jokowi maju ke Pilgub DKI 2012, dalam benak saya sempat bertanya, “Emang dia siapa?” Oh ternyata dia si Ahok yang China dan Kristen itu. Gila gila gila berani benar Prabowo mengajukan Ahok dipasangkan dengan wong Solo – Jokowi, dan ini namanya baru terobosan. Lalu saya tulis di Tribunnews, “Prabowo – Megawati Sang Arsitek.”

Dalam tulisan itu saya mengapresiasi keberanian Prabowo menyodorkan Ahok untuk dijodohkan dengan Jokowi sebagai pasangan ganda campuran multikulturalisme. Keberanian Prabowo menerobos menggotong Ahok di ajang Pilgub DKI 2012 sebagai angin segar dalam kehidupan politik dan demokratisasi yang dilandasi dengan spirit multikulturalisme. Manuver politik yang dilakukan Prabowo ini jelas bukan sekadar siapa dipasangkan dengan siapa, di balik semua itu pastilah ada muatan politik ke depan yang ingin dibangun yaitu spirit multikulturalisme Bhinneka Tunggal Ika di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati.

Dan, kemenangan pasangan ganda campuran Jokowi – Ahok ini menandai kemenangan spirit multikulturalisme. Kemenangan ini juga menandai kememangan atas hasrat perubahan dalam merespon isu-isu hegemoni primodialisme yang berbasis sentimen kesukuan an keagamaan. Kemenangan ini sekaligus sebagai cerminan jawaban kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi, karena rakyat bukan lagi mempersoalkan suku atau agama seseorang.

Dalam kisah Prabowo Subianto dan Ahok, diceritakan bahwa rakyat sudah cerdas dan dewasa, tidak mau lagi diprovokasi dan dipolitisasi oleh kepentingan atas nama isu-isu maupun sekat-sekat sentimen primodialisme sempit. Dengan spirit multikulturalisme, rakyat sudah bukan lagi mempersoalkan suku atau agama, Ahok orang China dan Kristen, justru yang dibutuhkan adalah siapa pun sang pemimpin itu membawa harapan baru dan pegang amanah mengabdi untuk kesejahteraan rakyat. Itu tujuan rakyat memilih pemimpinnya.

Dan, kisah Prabowo Subianto dan Ahok ini adalah representasi spirit multikulturalisme Bhinneka Tunggal Ika dari sebuah pandangan ke depan yang visioner dari seorang Prabowo Subianto.

Bahwa NKRI sebagai harga mati itu akan bisa berdaulat kalau spirit multikulturalisme Bhinneka Tungga Ika terus hidup, dipelihara dan dijaga. Itu spirit kebangsaan yang saya petik dan harus tetap dipelihara dan dijaga dari “Kisah Prabowo Subianto dan Ahok.” Semoga!

*Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, pelamar iklan caleg Partai Gerindra Dapil Jawa Timur II.

Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1686922 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Edi Guma Pirate-Minggu, 17 November 2013 Laporkan
    Prabowo ternyata ada skandalnya loeh Gan. Ane liat di portal ini nieh http://www.bijaks.net/scandal/index/3770-penculikan_23_aktivis_1997_dash_1998_oleh_rezim_berkuasa/ .
  • wahyu greenland-Rabu, 24 April 2013 Laporkan
    itu namax bukan spirit bhinneka tunggal ika, tapi spirit mngabaikan agama islam
  • Syaiful Hadi-Jumat, 19 April 2013 Laporkan
    pertanda Prabowo Presiden 2014 diterima disemua golongan, suku ras maupun agama.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas