• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Kisah Remaja Indonesia di Kota Strasbourg-Prancis

Kamis, 2 Mei 2013 21:01 WIB
Kisah Remaja Indonesia di Kota Strasbourg-Prancis - buku1.jpg
Ist
Cover Live in Strasbourg
Kisah Remaja Indonesia di Kota Strasbourg-Prancis - buku22.jpg
Ist
Penulis Qomaruliati Setiawati

Judul : Live in Strasbourg :Pengalaman Remaja Indonesia

Tinggal di Keluarga Prancis

Penulis : Qomaruliati Setiawati

Penyusun : Suradi, SS

Pengantar : Merry Riana

Cetakan Pertama : April 2013

Penerbit : Suara Bebas

Tebal : 190 halaman + xiv

Peresensi: Safrudiningsih*

TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan atau traveling ke luar negeri adalah kesempatan bagi setiap orang untuk menikmati keindahan alam, kemajuan suatu bangsa atau negara, kelezatan kuliner khas negara itu. Tak kalah penting adalah menikmati keunikan budaya maupun tempat-tempat bersejarah yang memberi nuansa kehidupan dan kejayaan masa silam.

Traveling akan lebih bermanfaat lagi apabila kemudian bisa juga dinikmati oleh mereka melalui catatan perjalanan dalam bentuk buku. Inilah yang dilakukan penulis remaja Qomaruliati Setiawati (Ruli) yang menceritakan pengalamannya di Prancis. Buku barunya berjudul Live in Strasbourg: Pengalaman Remaja Tinggal di Keluarga Prancis.

Ruli berusaha membedakan bukunya dengan cerita traveling yang kini banyak membanjiri toko-toko buku. Penulis tidak hanya menceritakan tempat-tempat menarik saja, tapi melengkapinya dengan data dan sumber lainnya. Yang membedakan juga, penulis mengisahkan pengalaman bathinnya berinteraksi dengan keluarga di Prancis, tetapi yang tinggal di wilayah pedesaan yaitu Kota Strasbourg.

Selama perjalanan ke Paris dan Strasbourg semua dicatat dalam buku harian atau diary, maka buku ini bukan saja lebih detil dan penuh warna, tetapi memberikan gambaran yang alami akan perasaan seorang remaja dalam menjalin hubungan dengan keluarga angkatnya di Kota Strasbourg.

Membaca buku Live in Strasbourg ini kita diajak mengikuti kisah perjalanan seorang remaja bersama lima teman seusianya, namun sampai di Strasbourg, berpencar dan masing-masing tinggal di keluarga berbeda. Ruli tinggal di sebuah keluarga Christian dan Valerie dengan dua anak perempuan, Audrey dan Anne.

Hubungan antara Ruli dengan keluarga tersebut cukup detil dan menarik diungkapkan. Dari sana kita mengetahui, bahwa hubungan kemanusiaan yang tidak membedakan ras, agama, dan asal negara, membawa kehangatan tersendiri. Dengan ringan, penuh emosi, kesan mendalam, dan rasa syukur yang amat tinggi, penulis tak habis-habisnya menuangkan perasaannya.

Sebagai seorang remaja yang datang dari Indonesia, Ruli begitu hangat diterima oleh keluarga Christian (petani gandum) dan Valerie (pegawai pemerintah kota Strasbourg). Interaksi dalam keluarga ini diceritakan dengan penuh kesan.

Ruli menceritakan bagaimana baik dan ramahnya keluarga Christian-Valerie, juga kedua anak mereka. Makan bersama, jalan bersama, dan bercerita banyak hal soal kebiasaan masyarakat Indonesia dan Prancis, membawa kesan tersendiri bagi Ruli. Pemahaman akan Bahasa Prancis, membuat Ruli tidak menghadapi kesulitan, bahkan membuat dia tambah memahami kehidupan keluarga di sana, meskipun komunikasi lebih banyak dalam bahasa Inggris.

Buku yang dilengkapi foto kegiatan, kutipan-kutipan catatan harian, dan juga korespondensi sebelum ke Prancis dan sesudah kembali, menggambarkan kedekatan penulis dengan keluarga di Prancis. Bahkan, ketika buku akan diterbitkan, kesan kekaguman dan impresi diungkapkan keluarga Christian-Valerie dalam surat elektronik yang sebagian kutipannya dimuat dalam buku ini.

Jadi, pengalaman Ruli ke Paris dan Strasbourg saat mengikuti program Interchange CISV, Juni –Juli 2011 ini, memberi pelajaran berharga, terutama buat para remaja dan juga kita semua, bahwa kebiasaan menulis, yang berawal dari buku harian, mampu menghasilkan buku dengan cerita dan paparan menarik.

Ruli, pelajar kelas X SMAN 8 Jakarta, kelahiran Depok, 22 September 1997 ini memang aktif dalam kegiatan media siswa di sekolahnya. Kebiasaan menulis dilatih oleh ayah dan ibunya.

Buku makin memberi legitimasi bagi para remaja untuk terus berani bermimpi dan mewujudkannya. Itulah yang dikatakan pengantar buku ini, Merry Riana. Perempuan motivator no 1 di Indonesia dan Asia ini menilai bahwa penulis (Ruli) bukan saja berani bermimpi, tetapi berani merealisasikan mimpinya pergi ke Prancis dan menembus batas ketakutan. Jadi, menurut Merry, buku ini memang inspiratif (hal vii).

Sudah semakin banyak penulis muda yang berani menuangkan gagasan dan pengalamannya dalam bentuk buku. Ruli menambah deretan remaja Indonesia yang mau membiasakan menulis menjadi sebuah kegiatan positif dan sekaligus menunjang pelajaran dan pergaulan. Ayo remaja Indonesia terus menulis, apa saja, asal positif dan bermanfaat.

*Dosen Komunikasi dan Public Speaking Akademi Teknologi Komunikasi dan Informasi (ATKI) Jakarta.

Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
0 KOMENTAR
1739122 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas