• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Jokowi dan Operasi Naga Merah

Minggu, 26 Mei 2013 10:42 WIB
Jokowi dan Operasi Naga Merah
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Jokowi memenuhi pemanggilan Komnas HAM untuk dimintai keterangan terkait relokasi pemukiman liar yang berada di atas Waduk Pluit, Jakarta Utara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Oleh Sekjen Pena 98, Adian Napitupulu

TRIBUNNEWS.COM--Istilah Operasi Naga Merah dulu disampaikan Gus Dur dalam menganalisis kasus 27 Juli. Analisis dan istilah serupa menarik digunakan untuk menganalisis beberapa peristiwa terkait PDI Perjuangan di beberapa daerah.

Di Jakarta, upaya DPRD DKI menginterpelasi Jokowi tampak sangat mengada-ada, dan menunjukkan bahwa DPRD tidak rela kalau Warga Jakarta dilindungi kesehatannya.

Banyak yang menduga interpelasi DPRD didukung oleh broker alat kesehatan, industri farmasi dan RS Swasta. Terlepas dari dugaan itu, secara politik, Jokowi sebagai salah satu ikon Demokrasi dan Kerakyatan dari PDI Perjuangan sekarang sedang dihancurkan citranya.

Sesungguhnya DPRD tidak mengiterpelasi Jokowi tapi mengiterpelasi hak-hak dasar dari Rakyat yang menggaji mereka.

Di Bogor, sekitar 10 hari sebelum ditutupnya pendaftaran calon Bupati oleh KPU, tiba-tiba wakil Bupati dari PDI Perjuangan, Karyawan Faturahman ditetapkan tersangka oleh Polda Jabar melalui kasus ber-delik aduan 3 thn lalu yaitu tahun 2010.

Lucunya Wabup Bogor bukan jadi tersangka Korupsi, Narkoba atau perselingkuhan tapi ia disangka turut serta atau bersama-sama memproduksi, menyebarkan video porno.

Nah lho, bagaimana mungkin seorang Wabup bergelar Master Hukum yang mengurus 5 juta warga di 40 kecamatan dan 430 desa punya waktu untuk memproduksi, menyebarkan video porno.

Sementara ribuan pengedar VCD porno Jabotabek masih bebas berkeliaran.

Di Bali, Penyakit "diam" tiba-tiba jangkiti lembaga-lembaga survei nasional yang selalu agresif keluarkan Quick Count dalam tiap pilkada.

Konon, di hari Pilkada, Bali sebagai pulau wisata internasional dan relatif aman tiba-tiba di basis suara PDI Perjuangan terlihat banyak aparat dan itu tidak terjadi di basis non-PDI Perjuangan.

Alhasil, suara berubah, sedikit, hanya 0,4% tp efektif mengubah pemenang.

Operasi naga merah di tahun panas 1996 sedang beraksi lagi di tahun politik 2013. Jika sejarah berulang apakah sejarah kemenangan PDI Perjuangan di 1999 juga berulang di 2014?

Editor: Anita K Wardhani
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
0 KOMENTAR
1830502 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas