• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Apa Kata Prabowo Soal Putusan DKP

Kamis, 12 Juni 2014 04:23 WIB
Apa Kata Prabowo Soal Putusan DKP
Ist
Prabowo Subianto saat masih aktif di institusi militer. 

Oleh: Alex Palit

Dalam tulisan ini saya sengaja tidak ingin ikut meributkan terkait bocornya ke publik surat berstatus rahasia prihal putusan hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan memberi sangsi administratif berupa pemberhentian Letjen Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Pangkostrad dari dinas militer atas dasar sangkaan terlibat kasus penculikan aktivis ultra kanan pro demokrasi 1997/1998 saat menjabat Danjen Kopassus. Biarlah itu urusan petinggi ABRI untuk mengusut siapa yang membocorkan surat berstatus rahasia ini ke publik, dan untuk kepentingan apa?

Lagi-lagi saya diingatkan kembali pada sebuah obrolan meja makan dengan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad Prabowo Subianto di Hambalang. Terus terang saat itu yang ada di otak saya bagaimana bisa memanfaatkan momentum berharga ini sekaligus untuk mengorek jawaban atas peristiwa 16 tahun silam. Tak ayal lagi naluri jurnalistik saya pun terus bekerja. Terus terang saat itu saya mencari celah yang pas, lantaran sempat ngeri juga jangan sampai mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad merasa tidak nyaman oleh pertanyaan tersebut.

Walau agak tersendat, akhirnya pertanyaan itu nyeplos juga dari mulut saya. Justru sebaliknya, jawaban yang keluar dari mulut Prabowo malah lancar tidak tersendat-tersendat dan mengalir dari A sampai Z, diselingi oleh ilustrasi analogis untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh atas peristiwa tersebut, apa sebenarnya yang terjadi. Meski ada yang sengaja tidak dibuka atau diembel-embeli bahwa ini off the records.

Termasuk ketika menjawab soal putusan hasil sidang DKP yang meromendasikan pemberian sangsi administratrtif berupa pemberhentian dari dinas militer. Di mana salah satu dasar rekomendasi DKP dalam pemberian sangsi administratif lantaran mantan Danjen Kopassus ini dianggap melakukan kesalahan dalam menafsir perintah Bawah Kendali Operasi (BKO) yang kemudian interpretasikan dengan tindakan penculikan terhadap sejumlah aktivis pro demokrasi yang dilakukan oleh anggota Kopassus yang tergabung di Tim Mawar.

Dikatakan oleh Prabowo bahwa operasi BKO yang juga melibatkan kesatuan lain ini adalah sepengetahuan dan atas perintah atasannya. Disebutkan pula bahwa tugas yang diembannya ini adalah bagian dari operasi intelejen dalam rangka pengamanan jelang Sidang Umum 1998 dari ancaman gerakan radikal ultra kanan yang menurutnya sudah mengarah pada tindakan peledakan bom. Dan di antara bom hasil rakitan itu sempat meledak di rumah susun Bukit Tinggi - Jakarta.

Alhasil atas rekomendasi DKP ini kemudian ditindak-lanjuti oleh Menhankam / Pangab Jenderal Wiranto dengan mengusulkan pemberhentian dengan hormat terhadap Letjen Prabowo Subianto dari dinas militernya . Surat ini ditindak-lanjuti oleh Presiden BJ Habibie dengan dikeluarkannya surat pemberhentian dengan hormat kepada Letjen Prabowo Subianto dari dinas keprajuritan ABRI. “Biar ini sudah menjadi bagian tanggungjawab saya,” ujar mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad dengan nada datar, serius, tanpa memprlihatkan ekspresi apapun di wajahnya.

Meski harus kehilangan jabatan, karir dan diberhentikan dari dinas militer, tapi di sini saya melihat dan menangkap komitmen patriotisme seorang prajurit sejati ada dalam diri Prabowo dengan tetap tidak ingin membuka tabir siapa atasannya sebagai pemberi perintah BKO.

Meski namanya hingga kini tersandera oleh kasus ini, tetapi sebagai seorang prajurit dengan jiwa patriotismenya ia menyimpan dan menjaga rapat-rapat rahasia itu. Entah sampai kapan Prabowo menjaga dan menyimpan rahasia. Atau ia sengaja mempasrahkan biarlah sejarah itu sendiri yang akan berbicara menguak tabir semuanya itu. “Biar ini sudah menjadi bagian tanggungjawab saya,” ulangnya.

Karena saya yakin Prabowo mampu membela dirinya sendiri, tapi sebagai patriot sejati ia tetap memegang teguh komitmennya sebagai seorang prajurit untuk menyimpan dan menjaga rapat-rapat rahasia isi kotak Pandora itu. Atau ia sengaja mempasrahkan biarlah sejarah itu sendiri yang akan berbicara menguak tabir semuanya itu. Karena bukan tidak mungkin proses waktu itu sendiri justru yang akan membelanya, di mana kini sedikit demi sedikit mulai terkuak dengan sendirinya. Semoga!

* Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”

Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
8 KOMENTAR
3413981 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Gugum Iskan-Selasa, 24 Juni 2014 Laporkan
    Prabowo sudah terbukti mampu mempertaruhkan jiwa raganya dalam beberapa pertempuran demi NKRI. Jiwa Patritismenya sudah tertanam kuat dalam dirinya.
    Prinsip beliau adalah "Apapun akan di korbankan demi Indonesia yang Aman & Damai, Juga Apapun akan dikorbankan untuk melindungi anak buahnya, sbg konsekuensi sbg seorang pemimpin". Maka tidak berlebihan jika Gusdur pernah mengatakan bahwa "Prabowo adalah calon pemimpin yang selalu ikhlas untuk Indonesia".
  • binti siti-Minggu, 15 Juni 2014 Laporkan
    Prabowo penakut ,menghadap komnas ham saja tidak berani.
    Berjiwa besar baru ngomong sudah mungkir,mecla-mencle,menjelekan dan menghina Megawati karena mecalonkan Jokowi,hanya takut bersaing memaki orang.Berjiwa besar ala kodok ya.
    Itu siKivlan pembelanya habis mengakui tindakan tercela berbalik menyalahkan atasan dan menghimbau melupakan masa lalu Prabowo.Enak sekali.
  • deny amir-Sabtu, 14 Juni 2014 Laporkan
    Prabowo sudah membayar mahal dgn kehilangan karier, nama baik & keluarga. Sdngkan para mantan jendral pelanggar HAM yg lain msh asyik dengan kebebasannya.
  • prabowo jaya-Kamis, 12 Juni 2014 Laporkan
    Seorang pemimpin yang sudah tidak diragukan lagi..b erjiwa besar dan berani berkorban.. seorang nasionalisme.. ini yg dibutuhkan rakyat dan indonesia.. semoga anda amanah utk negara ini. Amieennn...
  • Agus Merrana-Kamis, 12 Juni 2014 Laporkan
    Prabowo sangat berjiwa besar
  • Garuda Jaya-Kamis, 12 Juni 2014 Laporkan
    prabowo sangat negarawan.. top.. elegan...
  • Antonibaret-Kamis, 12 Juni 2014 Laporkan
    ini yg namanya jiwa patriotisme, walaupun berbuat hal yg benar dalam mengamanakan bangsa tetapi ia tetap di hujat dan dituduh. dan dia rela semua itu agar bangsa ini tidak tepecah belah dan menjaga nama baik satuan ABRI
  • boremana ahmad-Kamis, 12 Juni 2014 Laporkan
    penjahat perang dunia II,bertahun tahun dicari untuk mempertanggung jawabkan kejahatannya,.. bukan dicalinkan jadi presiden oleh para preman, anarkis, koruptor, munafik
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas