Tribunners / Citizen Journalism

Penyair Taufik Ismail Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat, Ini Reaksi Anang Hermansyah

Pernyataan penyair senior Taufik Ismail yang menyebut syair "padamu negeri jiwa raga kami" merupakan sesat menimbulkan polemik. Apa kata Anang?

Penyair Taufik Ismail Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat, Ini Reaksi Anang Hermansyah
TRIBUNNEWS.COM/Regina Kunthi Rosary
Anang Hermansyah. 

PENGIRIM: Anang Hermansyah

Anggota Komisi X DPR RI/Fraksi PAN/Dapil Jatim IV (Jember & Lumajang)

TRIBUNNERS - Pernyataan penyair senior Taufik Ismail tentang lagu "Padamu Negeri" yang menyebut syair "padamu negeri jiwa raga kami" merupakan sesat menimbulkan polemik.

Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengatakan perlu diklarifikasi soal pernyataan Taufik Ismail tentang syair lagu "Padamu Negeri" yang dinilai sesat.

"Saya kira, kita yang muda perlu tabayyun (klarifikasi) kepada Pak Taufik Ismail tentang pernyataan beliau yang menyebutkan salah satu syair lagu "Padamu Negeri" dinilai sesat karena dianggap menyekutukan Allah," ujar Anang di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Penulis lagu dan penyanyi ini menyebutkan lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini tersebut justru merupakan lagu yang menumbuhkan semangat heroisme dan nasionalisme.

"Saya justru melihat, lagu ciptaan Kusbini itu bertemakan semangat kemerdekaan dan nasionalisme. Apalagi bila melihat jejak rekam karya Kusbini, tidak sedikit lagu ciptaan beliau yang memiliki makna perjuangan yang luar biasa," papar Anang.

Musisi asal Jember ini menambahkan, nasioanalisme tidak bisa dipertentangkan dengan keyakinan dalam beragama.

Justru kata Anang, semangat cinta tanah air menjadi bagian tidak terpisahkan dari keyakinan terhadap agama.

"Bagaimana ulama-ulama terdahulu menggelorakan semangat jihad melawan penjajah dengan resolusi Jihad oleh Kiai Hasyim Asy'ari. Makanya ada diktum populer "Cinta Tanah Air Bagian dari Iman". Jadi tidak bisa dipertentangkan," tambah Anang.

Lebih lanjut Anang menyebutkan lagu "Padamu Negeri" ciptaan Kusbini linier dengan lagu "Indonesia Raya" ciptaan WR Supratman.

Lirik "Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya" di lagu Indonesia Raya sebangun dengan lirik "Padamu Negeri Jiwa Raga Kami".

"Jika dikontekstualkan dengan situasi saat ini, pemerintah dituntut secara sungguh-sungguh membangun jiwa dan badan seluruh warga Indonesia. Jika hal tersebut tertunaikan, persoalan yang belakangan mencuat seperti kebhinnekaan, soal ekonomi dan persoalan sosial lainnya dipastikan tidak akan muncul," tandas Anang.

Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved