Tribunners / Citizen Journalism

Pendidikan dalam Khilafah, Pendidikan Terbaik untuk Gegerasi Umat Terbaik

Gawat darurat pendidikan di Indonesia terjadi seiring makin intensifnya agenda sekularisasi pendidikan yang mengancam rusaknya identitas Islam.

Pendidikan dalam Khilafah, Pendidikan Terbaik untuk Gegerasi Umat Terbaik
Istimewa
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia 

GAWAT Darurat Pendidikan Indonesia!

Kondisi ini sangat gambang terlihat dari minimnya fasilitas pendidikan, ketidakjelasan arah kurikulum, kurangnya jumlah pendidik berkompetensi, rusaknya perilaku keluaran (output) pendidikan dan beragam problem lain di dunia pendidikan.

Kondisinya menjadi lebih buruk dengan kelemahan fungsional di luar sekolah disebabkan keluarga dan masyarakat yang tidak mendidik dan malah membebani sekolah.

Lebih dari itu gawat darurat pendidikan di Indonesia terjadi seiring makin intensifnya agenda sekularisasi pendidikan yang mengancam rusaknya identitas Islam pada mayoritas anak generasi.

Sekularisasi pendidikan telah terjadi di semua lini dalam wujud dikotomi penyelenggaraan pendidikan umum dan agama, arah pembuatan kurikulum yang lebih menitikberatkan penyiapan kerja bukan pembangunan kepribadian dan semakin banyaknya muatan materi bertentangan dengan Islam yang masuk ke ruang-ruang kelas.

Bahkan perubahan modul pengajaran agama yang dilabeli pengajaran Islam Damai juga harus dikoreksi karena bisa menyesatkan pemahaman ajaran Islam pada 47 juta siswa muslim di negeri ini.

Sebagai kontribusi atas penyelesaian krisis pendidikan Indonesia, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan semua pihak yang peduli pada perbaikan kualitas generasi untuk menyadari:

1. Sistem pendidikan sekuler-materialistik yang diterapkan di negeri ini terbukti telah gagal melahirkan manusia shaleh, bertaqwa yang sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dengan keunggulan penguasaan sains dan teknologi.

Penerapan pendidikan sekuler adalah iden dari sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sekuler kapitalistik.

2. Membiarkan berlangsungnya sistem pendidikan sekuler berarti membiarkan rusaknya identitas generasi Islam menjadi manusia sekuler, pelaku kebebasan, pembela penista agama dan penentang penerapan syariat.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help