Tribunners / Citizen Journalism

Penyidik KPK Diteror

Amnesty International Desak Negara Investigasi Penyerangan terhadap Novel Baswedan

“Negara harus mengambil langkah cepat dan efektif untuk melakukan investigasi dan mengungkap dalang yang bersembunyi di balik serangan."

Amnesty International Desak Negara Investigasi Penyerangan terhadap Novel Baswedan
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal. 

TRIBUNNERS - Amnesty International mendesak pemerintah Indonesia terutama kepolisian untuk bekerja keras mengungkap kasus penyerangan fisik atas Novel Baswedan, dengan segera melakukan investigasi dan mengumumkannya ke publik.

Novel Baswedan, penyidik senior dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia - yang dikenal luas karena integritas dan keberanian memberantas kasus-kasus korupsi - diserang oleh orang-orang yang tak dikenal pada Selasa subuh, 11 April 2017.

Dalam jarak dekat rumahnya, para pelaku menyiram air keras ke wajah Novel. Seketika itu juga wajah dan kedua matanya mengalami luka. Para pelaku kemudian kabur melarikan diri.

Dia saat ini dalam perawatan medis dan perlindungan keamanan. Tapi ini mungkin tak cukup karena serangan ini juga mengancam keselamatan jiwa istri dan keluarganya.

“Negara harus mengambil langkah cepat dan efektif untuk melakukan investigasi dan mengungkap dalang yang bersembunyi di balik serangan, serta memastikan keluarga Novel ada dalam perlindungan keselamatan,” menurut Usman Hamid Direktur Amnesty International Indonesia.

“Pengungkapan kasus ini akan menjadi ujian bagi aparat kepolisian untuk bisa meyakinkan publik akan kinerja penegakan hukum di Indonesia.”

Serangan terhadap Novel Baswedan ini memprihatinkan karena bukanlah pertama kalinya. Sejak memimpin investigasi kasus korupsi yang melibatkan para pejabat tinggi negara, Novel kerap ditekan, hingga ditangkap tanpa proses hukum yang benar.

Serangan air keras ini terjadi setelah penyidik senior ini mengalami peringatan dari pimpinan KPK atas kritik tertulis Novel melalui email atas kebijakan internal, bahkan sempat diusulkan agar Novel dipecat.

Kemungkinan besar, penyerangan ini berhubungan dengan tekanan dan serangan dari luar dan dalam KPK baru-baru ini yang juga berhubungan dengan kepemimpinan investigasi-nya dalam kasus-kasus korupsi yang melibatkan politisi dan pejabat tinggi negara.

Serangan ini adalah kelanjutan upaya menekan Novel agar menghentikan langkah-langkahnya membongkar kasus korupsi besar.

PENGIRIM: Usman Hamid
Direktur Indonesia
Amnesty International

Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help