Tribunners / Citizen Journalism

PT Binakarya Jaya Abadi Gelar RUPS dan Public Expose

Pencapaian-pencapaian tersebut merupakan bukti keseriusan BIKA sebagai salah satu perusahaan pengembang properti di Indonesia.

PT Binakarya Jaya Abadi Gelar RUPS dan Public Expose
ISTIMEWA
Pluit Sea View, proyek apartemen di Jakarta Utara yang dikembangkan grup Binakarya. 

TRIBUNNERS - PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) perusahaan yang bergerak di bidang Properti,
hari ini (9/6/2017) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang dilanjutkan dengan Public Expose.

“Tahun 2016 merupakan periode yang kurang baik bagi industri properti di Indonesia, namun BIKA dalam periode tersebut masih dapat bertahan dan menjalankan kegiatan operasionalnya. Hal tersebut terbukti dengan beberapa hasil yang telah dicapai perseoran melalui Entitas Anak sepanjang tahun 2016 ini.” Ujar Andi Taslim, Corporate Secretary.

Pada Januari 2016 Perseroan melalui Entitas Anak PT Binakarya Agung Propertindo telah melakukan serah terima unit kepada konsumen untuk proyek Casablanca East Residence Tower Dallas dan Casablanca.

Lalu pada bulan Agutus 2016 Perseroan melalui Entitas Anak PT Satwika Permai Indah memulai pembangunan kawasan perumahan Park Residence Extension untuk tipe Alamanda yang terletak di Paradise Boelevard Selatan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Selain itu BIKA melalui beberapa entitas anak sepanjang tahun 2016 lalu juga memperoleh beberapa penghargaan dari Instansi Pemerintahan serta Pihak-pihak lain.

Kemudian BIKA melalui Entitas Anak PT Mitragama Intiperkasa pada semester pertama tahun 2017 ini telah memulai pemasaran The Palm 3 Residence yang merupakan Kawasan landed house dan commercial yang terletak di Cijengkol, Bekasi Jawa Barat di atas lahan seluas +/- 42 ha.

Pencapaian-pencapaian tersebut merupakan bukti keseriusan BIKA sebagai salah satu perusahaan pengembang properti di Indonesia.

Sepanjang Tahun 2016, Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 631,183 milyar rupiah, pendapatan
Perseroan mengalami penurunan sebesar 37,7% dari tahun 2015 yaitu sebesar Rp 1,013 triliun, Faktor Ekonomi global, kondisi politik yang kurang kondusif dan rendahnya permintaan konsumen menjadi faktor yang membuat anjloknya pendapatan Perseroan.

Sedangkan pada quartal pertama tahun 2017 Pendapatan Perseroan turun sebesar Rp 28,651 milyar dari
periode sebelumnya pada quartal pertama tahun 2016, dari semula Rp 173,527 milyar turun menjadi
sebesar Rp 144,876 milyar.

Meskipun terdapat penurunan pada Quartal Pertama 2017, namun Perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan dari yang semula Rp 173, 527 milyar di quartal pertama 2016
menjadi Rp 77,996 milyar di quartal pertama 2017.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help