Tribunners / Citizen Journalism

Perundungan Bukti Kegagalan Pendidikan

Kasus perundungan yangg terjadi di kalangan mahasiswa yang viral di medsos sungguh memilukan hati.

Ditulis oleh : Orangtua Penyintas Perundungan, Pemerhati Karakter Guru, Asep Sapa'at 

TRIBUNNERS, JAKARTA - Kasus perundungan yangg terjadi di kalangan mahasiswa yang viral di medsos sungguh memilukan hati.

Mengapa? Karena ini terjadi di kalangan mahasiswa, bukan siswa.

Kata 'maha' kehilangan makna. Maha mestinya bermakna sesuatu yang extraordinary, menunjukkan kualitas pikir dan sikap melampaui para siswa.

Jika cara bersikap mahasiswa tak lebih baik dari siswa, apa yang sudah diajarkan dan dididik di rumah, sekolah dan masyarakat kita?

Bicara kasus perundungan, pasti bicara pelaku dan korban.

Yang hars dipahami, posisi pelaku kerap diawali situasi awal dia pernah menjadi korban. Karena tak ditangani tuntas, maka dia menduplikasi perilakunya ke pihak yg dianggap 'lemah'.

Semakin banyak korban perundungan yang gagal diidentifikasi dan dipulihkan psikologisnya, maka akan muncul calon pelaku perundungan berikutnya.

Itu artinya, kita makin sulit menyelesaikan soal perundungan karena tak cermat mengidentifikasi akar soal dan tepat memberikan solusi.

Hemat saya, ada beberapa hal esensial yang patut disimak dari kasus perundungan di kalangan mahasiswa.

Halaman
1234
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help