Blog Tribunners

Penyebab Nyeri Ulu Hati Setelah Makan

Pernah merasa sakit di bagian tengah atas perut yang diiringi mual atau perut kembung?

Penyebab Nyeri Ulu Hati Setelah Makan
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
Ilustrasi 
TRIBUNNERS - Pernah merasa sakit di bagian tengah atas perut yang diiringi mual atau perut kembung?
Jika pernah, bisa jadi Anda mengalami gangguan ulu hati. Ada enam penyebab umum yang bisa memicu rasa sakit di ulu hati.
Dalam ilmu medis, daerah ulu hati disebut dengan epigastrium. Letak ulu hati berada di bawah tulang dada dan di atas pusar, serta berada di antara tulang rusuk.
Selain mual dan perut kembung, rasa sakit di ulu hati juga bisa diiringi oleh sendawa, kram, rasa lapar, penurunan berat badan, atau muntah. Rasa sakit dapat menyebar ke atas dada atau punggung.
Nyeri ulu hati bisa muncul kapan saja tak kenal kompromi, misalnya saat kelaparan, setelah makan, bersantai, bekerja, olah raga dan saat-saat yang lainnya. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas secara khusus tentang sakit ulu hati setelah makan.
Sakit ulu hati setelah makan dapat dipicu oleh makanan yang dimakan atau karena adanya gangguan pada pencernaan yang membuat sulit untuk mencerna makanan dengan baik.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab atau kondisi medis yang mendasari. Jika Anda sering mengalami sakit perut setelah makan, mungkin hal itu disebabkan oleh masalah pada sistem pencernaan yang mungkin saja memerlukan perhatian medis. Berikut ini beberapa penyebab nyeri ulu hati setelah makan diantaranya:
- Makan Berlebihan dan Cepat 
Jika seseorang makan terlalu banyak atau makan dengan terlalu cepat, maka sering kali menyebabkan sakit perut. Ini adalah respon tubuh yang hendak memberi tahu supaya Anda segera berhenti makan karena telah ada banyak makanan dalam perut. Makan yang terlalu cepat akan membuat lambung berkontraksi secara berlebihan.
- Konstipasi 
Ketika sudah berhari-hari tidak buang air besar, seseorang bisa saja mengalami pengerasan feses (konstipasi/sembelit) yang dapat memberikan tekanan yang menyakitkan pada saluran pencernaan. Apalagi ketika tekanannya bertambah stelah makan, maka sakit perut akan terasa lebih sakit sesudah makan.
- GERD 
Gangguan pada lambung yang disebut GERD umumya akan menyebabkan mual serta rasa sakit di ulu hati dan dada setelah makan. Terasa seperti sensasi terbakar di bagian atas perut hingga dada (heartburn).
- Tukak Lambung dan Tukak Duodenum 
Rasa sakit di ulu hati (epigastrium) merupakan gejala utama dari tukak lambung (luka pada lambung) dan tukak duodenum (usus duabelas jari). Hal ini ditandai dengan rasa nyeri atau pedih pada perut setelah makan. Jika sakit perut tak lama setelah makan maka cendrung karena tukak lambung, sedangkan jika sakit perut muncul 2-3 jam sesudah makan, maka cendrung karena tukak duodenum.
- Pankreatitis 
Pankreas juga bisa meradang (Baca: Radang Pankreas), sakit perut dimulai secara bertahap di daerah atas dekat lambung dan menyebar ke seluruh perut setelah makan.
Makan merupakan kebutuhan primer, namun jika konsekuensinya adalah menghadapi teror mulas dan perut panas, tentu hal ini akan sangat mengganggu. Namun, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa perih terbakar di ulu hati diantaranya:
- Jika sakit perut disebabkan oleh makan terlalu cepat dan banyak, maka ubahlah kebiasan itu. 
 - Konsumsi cairan (minum) dalam jumlah sedang setelah makan. 
- Hindari makanan padat selama beberapa jam, terutama jika disertai mual dan muntah. 
- Jika ingin mulai makan makanan padat, maka mulailah dengan makanan yang mudah dicerna seperti saus apel, nasi, atau bubur. 
- Hindari makanan yang merangsang pencernaan dan sulit dicerna, seperti makanan berminyak, bersantan, pedas, alkohol atau minuman berkarbonasi (bersoda).
- Tinggikan kepala dan tubuh bagian atas saat berbaring
Itulah penyebab dan cara mengatasi nyeri ulu hati setelah makan, semoga bermanfaat :)
 

Selengkapnya

Penulis: rinda septiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help