Tribunners / Citizen Journalism

“Satu Dalam Harapan” Dalam Presiden Jokowi

Di sini saya tidak ingin dan sama sekali tidak tertarik mengomentari nyanyian nyinyir dan sirik wakil ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah

“Satu Dalam Harapan” Dalam Presiden Jokowi
jeprima tribunnews.com

Oleh: Alex Palit

Di sini saya tidak ingin dan sama sekali tidak tertarik mengomentari nyanyian nyinyir dan sirik wakil ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah prihal resepsi pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution.

Ketimbang mengomentari nyanyian nyinyir kedua wakil ketua DPR RI ini mendingan putar lagu ciptaan Dodo Zakaria berjudul “Satu Dalam Harapan” yang dinyanyikan Achmad Albar, Ikang Fawzi dan Nicky Astria.

Di sini sebagai penyuka rock dan pengapresiasi musik rock, saya justru lebih menaruh satu harapan kepada Jokowi yang juga digelar “Presiden Rock 'n Roll”, “Presiden Rock Indonesia”,”Presiden Metal Indonesia”, sampai “Presiden Metal Pertama di Dunia” sebagaimana direpresentasikan dalam cuplikan lagu tersebut;Kami semua / Satu dalam harapan / Hari esok yang lebih pasti / Bagi negeri yang tercinta / Indonesia...!!!

Saya rasa pesan yang direpresentasikan di lirik lagu tersebut jauh lebih kontekstual disampaikan, ketimbang komentar bernada nyinyir dan sirik dari figursasi seorang wakil ketua DPR RI – Fadli Zon maupun Fahri Hamzah – yang mengomentari soal hajatan kawinan. Wakil ketua DPR RI sampai cawe-cawe ngurusi hajatan kawinan, jaka sembung alias gak nyambung.

Pesta pora hura-hura demokrasi Pilpres 2014 telah usai dengan terpilihnya pasangan Jokowi – JK sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2014 – 2019, yang kini sudah memasuki tahun ketiga roda pemerintahannya.

Tak ada lagi “Indonesia Bangkit”, tak ada lagi “Indonesia Satu”, yang ada kini kita semua satu dalam harapan hari esok yang lebih pasti bagi negeri tercinta Indonesia. Salah satunya yaitu harapan hari esok yang lebih pasti sebagaimana pesan dari nyanyian rock humanisme God Bless di lagu ciptaan Ian Antono yang diliriknya ditulis Theodore KS berjudul “Balada Sejuta Wajah”.

Dalam wacana seni realisme, musik (lagu) sebagai media komunikasi tak bedanya seperti bahasa, suatu artikulasi bunyi yang bermakna lebih dari sekadar instrumentasi bunyi yang didalamnya bisa mengandung ungkapan pesan, gagasan, kritik, pernyataan sikap, atau soal apapun itu, termasuk terbentangnya sebuah harapan, sebagai ungkapan hari esok yang lebih pasti.      

Begitupun dalam perkembangnya kini musik rock sering dipakai sebagai media untuk mengartikulasikan penggambaran situasi sosial, kemanusiaan, religiositas, sampai kritik sosialnya. Ini yang kemudian menjadikan bahwa salah satu kekuatan musik rock itu sendiri terletak pada tema liriknya yang cenderung progresif, agresif, bahkan provokatif. Sehingga ada yang menempatkan budaya rock ini lebih pada unsur politisnya ketimbang estetisnya.

Bahkan ada yang menempatkan tema sentral budaya rock itu sebagai ideologi, sehingga sering menjadikan budaya rock ini sebagai ranah pergumulan yang bersifat ideologis, seperti anti kemapanan atau pendobrak perubahan.

Juga ada pula yang menempatkan tema sentral budaya rock ini sebagai gaya kepemimpinan dan spirit perubahan.

Sejauhmana menjadikan budaya rock sebagai gaya kepemimpinan dan gaung spirit perubahan yang disimbolisasikan lewat musik rock semuanya berpulang lagi kepada idealisme dan komitmen pada Presiden Jokowi yang juga digelar “Presiden Rock 'n Roll” dan “Presiden Rock Indonesia”,” dalam memaknai dan menyemangati ‘rock’ ini dalam satu harapan hari esok yang lebih pasti bagi negeri tercinta Indonesia. We will rock you..!!!

*Alex Palit, citizen jurnalis Jaringan Pewarta Independen “Anti Hoax”, pengamat musik, penulis buku “God Bless and You: Rock Humanisme” penerbit Elex Media Komputindo (2017).          

Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help