Tribunners / Citizen Journalism

Skenario Jalur Sutera Tiongkok

Ketua Dewan Pembina DPP Geomaritim, Komarudin Watubun mengatakan bahwa Xi Jinping dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok

Skenario Jalur Sutera Tiongkok
ist
Komarudin Watubun

Oleh: Komarudin Watubun

Xi Jinping dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada Kongres ke-18 PKT November 2012 dan terpilih menjadi Presiden RRT tahun 2013.

Sejak itu, terjadi perubahan doktrin dan strategi Tiongkok di Asia Pasifik. Pada Sidang Pleno PKT 12 November 2013, Presiden Xi Jinping menyampaikan secara resmi strategi ini dengan moto dan branding Yi dai Yi lu atau One Belt, One Road (OBOR),

Dijelaskan, Ketika mengadakan kunjungan kenegaraan ke Negara RI, 3 Oktober 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan prakarsa 21st Century Maritime Silk Road kepada DPR RI dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

Program Yi dai Yi lu antara lain sabuk infrastruktur (jichu sheshi lianjie) seperti pos-pos laut (haiyun zhan), jalan raya, rel kereta api, kanal, jaringan IT, bandara; Tiongkok menyediakan fasilitas investasi dan perdagangan; Tiongkok menyediakan pula dukungan keuangan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), New Development Bank (NDB), Silk Road Infrastructure Fund, the Shanghai Cooperation Organization Development Fund; dan Tiongkok merajut diplomasi budaya melalui pendidikan, wisata, pencegahan wabah menular, dan kerjasama riset dan teknologi.

OBOR hendak dijadikan prisai bagi Tiongkok guna merespons doktrin dan strategi AS yakni doktrin “pivot” atau “rebalance to Asia Pacific”. Sasaran strategi “pivot” AS di Asia Pasifik ialah menjaga posisi dan peran AS di bidang keamanan dan ekonomi Asia Pasifik.

Tahun 2010, misalnya, AS menanda-tangan kerjasama keamanan melalui East Asia Summit di Asia Pasifik. AS aktif melakukan lobi dan kerjasama keamanan secara bilateral dan menjaga kehadiran militer AS di Asia.

Dalam pidato perdana sebagai Sekjen PKT, November 2012, di Beijing (Tiongkok), Xi Jinping merilis Zhongguo meng (Impian Tiongkok) yakni reformasi Tiongkok skala besar dengan lompatan besar (Guojia de weida fuxing). Targetnya ialah pada tahun 2021, masyarakat Tiongkok lebih makmur—pendapatan per kapita empat-kali tahun 2000; tahun 2049, tercapai fase negara sosialis Tiongkok modern, kaya dan kuat.

Untuk mengamankan operasi, OBOR meraih impian Tiongkok tersebut di atas, White Paper hankam dan People Liberation Army (PLA) tahun 2011 menetapkan fokus strategis ialah strategi hankam berbasis maritim. Ini dijadikan alasan oleh Tiongkok untuk melakukan operasi maritim PLA sejak tahun 2010 di Asia Pasifik, khususnya Laut Cina Selatan.

Presiden Xi Jinping menerapkan tiga prinsip dasar bidang strategi diplomasi dengan Amerika Serikat sejak 2012 di Asia Pasifik yakni (a) tanpa konfrontasi, (b) saling menghargai, dan (c) kerjasama saling menguntungkan.

Halaman
1234
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help