Tribunners / Citizen Journalism

Menko​ Maritim: Indonesia Serius Berkomitmen Menurunkan Emisi Gas Karbon dengan Aksi Nyata

Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia, sesuai pesan Presiden Joko Widodo, berkomitmen untuk memenuhi target penurunan emisi dengan 23 pe

Menko​ Maritim: Indonesia Serius Berkomitmen Menurunkan Emisi Gas Karbon dengan Aksi Nyata
Repro/Kompas TV
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, BONN - Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia, sesuai pesan Presiden Joko Widodo, berkomitmen untuk memenuhi target penurunan emisi dengan 23 persen bauran energi sektor energi.

"Presiden pesan agar kita tetap bisa memenuhi target 23% penuruman emisi. Karena itu kita harus melakukan aksi nyata, bukan hanya ngomong saja, atau wacana saja," ujar Menko Luhut di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Bonn, Jerman, Senin (13/11/2017) waktu setempat.

Baca: 70 Personel Satpol PP Disiagakan Jaga Trotoar di Tanah Abang

Pada Konferensi Para Pihak Ke-23 pada Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change- Conference of the Parties 23) Menko Luhut menyampaikan hal ini sebagai prioritas pemerintah yang, bersama 195 negara lainnya, telah berkomitmen untuk memenuhi Kesepakatan Paris (Paris Agreement) tahun lalu.

Baca: Tersangka Pembawa Ganja Berhasil Diciduk

"Kita sudah melakukan banyak kerjasama di bidang energi terbarukan,seperti energi solar dan angin, mengurangi sampah plastik di laut dengan memproduksi aspal dari plastik kresek dan kita juga aktif melakukan pengurangan penggunaan plastik kresek dengan menciptakan alternatif tas plastik dari bahan ramah lingkungan seperti dari singkong atau rumput laut," ujarnya kepada media.

Syarat Kerjasama

Sebagai salah satu negara yang rentan terhadap perubahan iklim, serta sebagai negara yang memiliki posisi dan kontribusi penting dalam mitigasi perubahan iklim, Menko Luhut mengatakan pemerintah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain juga dilakukan dengan luar negeri.

"Yang penting kerjasama dengan luar negeri itu ada tiga syarat yang harus dipenuhi, pertama adalah masalah lingkungan, teknologi yang digunakan harus ramah lingkungan, yang kedua harus ada transfer teknologi, dengan itu dia harus melatih orang Indonesia agar cepat beradaptasi dengan teknologi tersebut, yang ketiga harus membangun dari hulu ke hilir agar ada nilai tambah. Hilirisasi penting karena mempunyai nilai tambah, kalau sudah dipenuhi syarat-syarat tersebut, tidak perlu lagi melihat dari negara mana dana itu datang," terangnya.

Ia mengimbau negara maju untuk membantu Indonesia dalam upaya memperkecil efek perubahan iklim.

Halaman
12
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help