Tribunners / Citizen Journalism

Apa Dosa Gubernur Before di Mata Gubernur Now

Dalam khasanah pengaji deling (bambu) – membaca bambu mengungkapa makna – di Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN),

Apa Dosa Gubernur Before di Mata Gubernur Now
foto:alex palit
Bambu Kurung 

Oleh: Alex Palit

Di tulisan ini saya sengaja tidak memapang foto gubernur before atau gubernur now. Di sini saya sengaja memajang gambar bambu kurung, karena saya anggap lebih pas untuk merepresentasikan judul artikel ini.

Dalam khasanah pengaji deling (bambu) – membaca bambu mengungkapa makna – di  Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN), bahwa bambu kurung ini sebagai simbolisasi filosofi mikul duwur mendem jero, yang mengartikan mengangkat kebaikan seseorang dan mengubur keburukannya sedalam-dalamnya.

Setidaknya itulah ajaran nilai budi perkerti dari simbolisasi filosofis sepotong  bambu unik  bernama bambu kurung.

Terkait judul artikel ini, sebetulnya bukan cuma saya, juga banyak warga kota, yang dibuat tak habis pikir dengan penyataan kontroversial gubernur now menuding bahwa gubernur before menggaji tim hulubalangnya dengan menggunakan dana partikelir.

Dan tudingan inipun dibantah oleh salah seorang mantan tim hulubalang gubenur before. Ia menyanggah bahwa untuk dana yang digunakan untuk menggaji tim hulubalang gubernur before itu dikutif dari dana operasional penunjang gubernur yang jumlahnya gede.

Di sini saya pun tidak ingin ingin mengomentari atau mengulasnya panjang lebar saling silang pendapat ini karena semuanya sudah terang benderang dari banyaknya reaksi publik atas penyataan kontroversi gubernur now.

Yang penting sebagai warga kota, kita tetap kritis gunakan logika akal waras dan tidak gagal paham. Biarlah soal kebenaran serahkan pada becik ketitik ala ketara.

Tak elok rasanya kita senantiasa hanya mencari dan membuat pembenaran dengan menggunakan retorika kata-kata untuk menjustifikasi pembenaran.

Masa jargon-jargon retorika kampanye sudah tutup buku. Kini saatnya realisasi janji politik. Buktikan, itu yang ditunggu, bukan berwacana dengan retorika.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help