Tribunners / Citizen Journalism

Kualitas LPG Vivo Dinilai Beda dengan Pertamina

Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak Pemerintah untuk menjelaskan kepada publik, mengenai kandungan LPG merk Nusagaz yang diduga tidak sesuai standar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Energy Watch Indonesia (EWI) mendesak Pemerintah untuk menjelaskan kepada publik, mengenai kandungan LPG merk Nusagaz yang diduga tidak sesuai standar. Pasalnya, kandungan Propana LPG yang diluncurkan VIVO Energy Indonesia tersebut, mencapai 80 persen.

"Apakah kandungan Propana Nusagaz sudah sesuai atau tidak dengan Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Nomor 2652.K/10/DJM.T/2009 Lampiran ke II tentang Standar dan Mutu LPG jenis Propana,” kata Koordinator EWI, Ferdinand Hutahaean, Kamis (30/11/2017).

Baca: Jadi Buron 7 Tahun, Ternyata Dokter Ini Praktik di Malaysia

Menurut Ferdinand kandungan LPG Vibo sangat berbeda dengan LPG produksi Pertamina yang menggunakan Propana 50 persen dan Butane 50 persen. Imbasnya adalah pada tingkat kualitas LPG tersebut.

“Bedanya tentu di tingkat pengapian dan panas serta warna apinya,” kata Ferdinand.

Ferdinand menegaskan, Pemerintah memang tak punya pilihan lain, kecuali memberi penjelasan kepada publik. Jika tidak, dikhawatirkan akan memunculkan gejolak di masyarakat, karena masyarakat bisa mengambil kesimpulan masing-masing.

Baca: Terima Dana Rp 40,2 Miliar Dari Pemerintah DKI, Ini Keadaan Kantor Himpaudi

“Jika Pemerintah diam saja dan tidak segera menjelaskan secara transparan, masyarakat akan berpikir bahwa wajar saja jika harga Nusagaz lebih murah,” jelas Ferdinand.

Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help