Tribunners / Citizen Journalism

Menduetkan Jokowi - Rizal Ramli di Pilpres 2019

Mengejutkan! Sultan Tidore Husain Syah menyatakan dukungannya, duet Jokowi dengan Rizal Ramli sang Rajawali Ngepret

Menduetkan Jokowi - Rizal Ramli di Pilpres 2019
ISTIMEWA
Osmar Tanjung, Sekjen Seknas Jokowi 

Oleh Osmar Tanjung, Sekjen Seknas Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Mengejutkan! Sultan Tidore Husain Syah menyatakan dukungannya, duet Jokowi dengan Rizal Ramli sang Rajawali Ngepret. Usulan dari kepulauan bagian Timur ini bermula dari dialog bersama rakyat Maluku Utara membicarakan perbaikan ekonomi rakyat dan kondisi bangsa akhir-akhir ini.

Pertumbuhan yang stagnan di angka 5 persen dianggap sebuah kegagalan pemerintahan Jokowi-JK yang berjanji meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen dalam 5 tahun pemerintahannya.

Bagi Rizal Ramli kegagalan ini karena kebijakan ekonomi neoliberalisme yang diterapkan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian. Kebijakan neolib Menteri Keuangan ini semakin memperlemah daya beli rakyat.

Pemerintahan Jokowi-JK pantas melakukan reshuffle seiring disetujuinya Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI oleh DPR RI pada Sidang Paripurna DPR, Kamis 7 Desember 2017.

Hadi Tjahjanto adalah Panglima TNI yang cerdas, sangat bersahaja dan dibesarkan oleh keluarga biasa-biasa layaknya rakyat kebanyakan.

Menarik fenomena ini, mengingat Rizal Ramli seorang ekonom yang lama menjadi penasehat ekonomi TNI adalah orang biasa yang berasal dari keluarga sederhana, malah sudah jadi anak yatim sejak kecil namun tetap gigih dan tanpa lelah terus berjuang membela kaum dhuafa dan tetap memperjuangkan pentingnya pluralisme hingga kini.

Apa yang menjadi usulan Sultan Tidore menggandengkan Jokowi dengan Rizal Ramli sebagai Capres dan Cawapres pada Pilpres tahun 2019, disambut hangat oleh Suko Sudarso, seorang senior GMNI alumni ITB yang adalah juga sesepuh nasionalis kultural.

DR. Rizal Ramli bukan hanya milik masyarakat Minangkabau namun juga milik masyarakat nusantara dan dunia sebagaimana Bung Hatta, Proklamator Bangsa Indonesia.

Ditawarkannya Rizal Ramli sebagai Gubernur BI tahun 2018 oleh Presiden Jokowi menunjukan bahwa hubungan dan komunikasi Jokowi dengan Rizal Ramli dapat dikatakan baik-baik saja dan semakin lancar serta harmonis manakala Rizal Ramli keluar dari Kabinet Kerja.

Pendapat miring yang selama ini terjadi tentang Rajawali Ngepret ternyata tidak benar. Justru keributan di Kabinet Kerja semakin sulit dikendalikan. Saling intip dan tingginya ego masing-masing kementrian tetap saja terungkap di media.

Faksi di Kabinet Kerja tetap ada karena adanya "perbedaan kepentingan" pada masing-masing menteri, baik menteri yang berasal dari partai maupun yang profesional yang punya ambisi jadi calon wakil presiden atau dalam rangka kepentingan Pilpres tahun 2019.

Masa pemerintahan Jokowi-JK efektif tinggal 1,5 tahun lagi. Tahun 2018 adalah tahun politik dan setapak lagi tiba dipelupuk mata. Tahun 2018 adalah tahun Pilkada dan tahun pencalonan presiden dan wakilnya.

Sebagai Presiden, pantasnya Jokowi membersihkan benalu di Kabinet Kerja, tidak terkecuali di barisan TNI yang belakangan terkontaminasi dengan kaum "intoleran" yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia.Now, or never.

Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help