Tribunners / Citizen Journalism

Presiden Pastikan Awasi Proses Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat

Presiden Joko Widodo berupaya agar target penyerahan sertifikat tanah di seluruh Tanah Air rampung di tahun 2025 ..

Presiden Pastikan Awasi Proses Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno melihat progres rencana pembangunan tol trans Jawa sebelum meresmikan secara resmi Seksi IB (4,3 km), Seksi II (5,1 km) dan Seksi III (6,1) tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) di gerbang tol Warugunung, Selasa (19/12). Dengan resmi dioperasikan seluruh seksi Tol Sumo, diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa serta meningkatkan perekonomian. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNERS - Presiden Joko Widodo berupaya agar target penyerahan sertifikat tanah di seluruh Tanah Air rampung di tahun 2025 mendatang.

Ia pun memastikan akan mengawasi secara langsung pelaksanaan program tersebut.

Baca: Calon Pengantin Tewas Dalam Kecelakaan Mobil yang Dikemudikan Sang Ayah

Penegasan itu disampaikan Kepala Negara saat penyerahan secara serentak 1.082.950 sertifikat tanah untuk rakyat di tujuh provinsi yang dipusatkan di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis, 28 Desember 2017.

"Tidak ada alasan semua harus pegang sertifikat. Target saya 2025 rampung urusan sertifikat artinya Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) _nggak_ tidur, pokoknya saya kejar terus, saya ikuti prosesnya," ujar Presiden.

Guna memastikan program tersebut berjalan dengan baik, Presiden mengajak serta sejumlah jajarannya di Kabinet Kerja untuk turun langsung ke lapangan menyerahkan sekaligus mengawasi jalannya kegiatan penyerahan sertifikat di sejumlah daerah.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo bertugas menyerahkan sertifikat di Provinsi Jawa Timur, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Provinsi Lampung, Menteri BUMN Rini Soemarno di Provinsi Sumatera Selatan, Menteri PAN dan RB Asman Abnur di Provinsi Jambi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Provinsi Sulawesi Selatan, serta Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui sambungan videotron, Presiden menyaksikan dan mendengarkan langsung laporan para Menteri Kabinet Kerja terkait jumlah sertifikat yang dibagikan hingga jumlah masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Presiden berpesan kepada para penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman serta digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif.

"Kalau mau dipakai agunan ke bank hati-hati tolong dihitung, dikalkulasi bisa angsur _nggak_ setiap bulan dihitung kalau bisa silakan," kata Presiden.

Tak lupa menjelang tahun politik pada 2018 mendatang, Presiden mengingatkan masyarakat pentingnya merayakan pesta demokrasi secara adil, aman, damai, dan terhindar dari pertikaian antarmasyarakat, suku, maupun agama.

"Saya titip jangan sampai Saudara dipanas-panasi, dikompori, sudah jangan dengerin pilih yang terbaik," ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help