Tribunners / Citizen Journalism

Tahun Baru 2018

2018, Presiden Jokowi dan Para Tokoh Saatnya Gunakan Medsos Karya Anak Bangsa

Pada 2018, saatnya tokoh-tokoh yang memiliki banyak pengikut seperti Presiden Jokowi dan lainnya menggunakan media sosial karya anak bangsa.

2018, Presiden Jokowi dan Para Tokoh Saatnya Gunakan Medsos Karya Anak Bangsa
TWITTER
Akun Twitter Presiden Joko Widodo, @jokowi 

Oleh: Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga 2017, media sosial luar negeri masih menjadi pilihan utama pengguna media sosial di Indonesia. Pada 2018 kita harapkan ada media sosial karya orang Indonesia yang mampu bersaing, dan merebut pasar Indonesia, Asia bahkan dunia.

Seperti diketahui pengguna media sosial di Indonesia salah satu yang terbesar di dunia. Sebut saja Facebook, pengguna di Indonesia berada pada posisi keempat setelah Amerika, India dan Brazil.

Dahulu Presiden Joko Widodo pernah mempromosikan mobil Esemka karya anak bangsa. Pada 2018, saatnya tokoh-tokoh yang memiliki banyak pengikut seperti Jokowi, Jusuf Kalla, Megawati, Prabowo, Zulkifli Hasan, Anies Baswedan, para kiai, pimpinan Muhammadiyah, NU, PGI, PHDI, Matakin, Walubi, KWI, dan tokoh-tokoh lain juga menggunakan, mempromosikan media sosial karya anak bangsa.

Sejumlah media sosial karya anak bangsa sebutlah di antaranya Mindtalk, Keepo, Kwikku, Oort, Ciayo, dll.

Di internet sekurangnya ada dua tingkatan; pengusaha media sosial dan pengguna media sosial. Kita penduduk Indonesia umumnya pengguna media sosial karya bangsa lain.

Pada tahun ini saatnya kita harus bangkit, sudah banyak media sosial lokal karya anak bangsa, tinggal diseleksi mana yang paling potensial untuk dikembangkan, kemudian mengarahkan investor lokal untuk berinvestasi.

Terpenting dari para pemimpin ini berani menggunakan dan mempromosikan dulu. Memang ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial asing cukup tinggi.

Media sosial karya bangsa lain tidak saja memudahkan urusan masyarakat, namun juga telah memberikan penghasilan kepada masyarakat Indonesia, seperti yang sudah diperoleh para youtuber, dll

Orang akan enggan diminta menggunakan media sosial hanya dengan alasan ini karya anak bangsa. Karenanya media sosial karya anak bangsa juga harus berkualitas. Untuk menuju ke sana perlu kolaborasi, karena isu di media sosial bukan semata soal keamanan dan kreativitas, namun juga gotong royong.

Kreativitas harus dilawan kreativitas. Nah, mampukah kita membuat medsos seperti Facebook, perlu anak muda yang didukung semua, sebagaimana pemerintah Amerika mendukung Facebook, Instagram, Google, YouTube, dan medsos karya anak Amerika lainnya. Atau selamanya bangsa kita menjadi pengguna medsos karya orang lain.

Dampaknya sudah terasa, pemerintah belakangan kewalahan atau tidak bisa cepat menghapus konten-konten yang merugikan kepentingan nasional seperti promosi LGBT, gerakan separatisme, radikalisme, hoaks di media sosial.

Keuntungan lain jika Indonesia menggunakan media sosial karya anak bangsa tambah Hariqo adalah soal iklan, uang dan data. Pengusaha media sosial seperti facebook mendapatkan banyak keuntungan dari Indonesia.

Jika Indonesia punya media sosial yang digunakan banyak orang, Indonesia bisa meminimalisir uang keluar. Sekarang saja sudah banyak kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah yang bayar iklan kepada Facebook.

Editor: Y Gustaman
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help