Tribunners / Citizen Journalism

Catatan Akhir Tahun 2017, Kosgoro 1957 Minta Golkar Tarik Anggota di Pansus KPK

Tegasnya ideologi Pancasila harus menjadi jiwanya dari tiap-tiap kebijakan publik di seluruh wilayah negeri ini.

Catatan Akhir Tahun 2017, Kosgoro 1957 Minta Golkar Tarik Anggota di Pansus KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Dengan mencermati dan mengkritisi situasi kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan saat ini dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh pandangan, pemikiran, pendapat dan saran yang berkembang dalam Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) KOSGORO 1957, maka KOSGORO 1957 menyampaikan Pernyataan Politik akhir tahun 2017 sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Pemantapan dan Pembinaan Ideologi Pancasila;

Mencermati dinamika kehidupan politik nasional akhir-akhir ini, berupa bangkitnya gejala politik-identitas, politik-aliran dan politik-primordialisme di tengah kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita, maka KOSGORO 1957 mendukung pemerintah dan siap bekerja melakukan berbagai kegiatan demi pemantapan pelaksanaan ideologi Pancasila, baik dalam cipta, karsa, gerakan maupun karya nyata di dalam masyarakat sesuai Tri Dharma KOSGORO.

Baca: Jokowi: Elek Yo Band Jelek Ya Biar, Saya Mengapresiasi Ini

Karena itu, KOSGORO 1957 tidak mentolerir, setiap gerakan dan organisasi yang bergerak dalam ideologi ekstrim kiri maupun ideologi ekstrim kanan, baik yang berbasis pada paham liberalisme dan kapitalisme, maupun dalam ideologi ekstrim kanan yang berbasis pada faham tertentu keagamaan yang bertentangan dengan jiwa dan nilai-nilai Pancasila.

Dalam konteks itu, KOSGORO 1957, menyambut baik terbitnya PERPU No. 2 tahun 2017 menjadi UU.

Hal ini sekaligus sebagai koreksi terhadap UU No. 17 tahun 2013 tentang Ormas.

UU ormas tersebut, memperlemah kedudukan negara terhadap gerakan dan organisasi yang berjalan di luar koridor Pancasila; membuat fragmentasi dalam ormas sebagai infrastruktur politik dalam sistem politik Indonesia; dan membenarkan pendirian ormas oleh WNA di wilayah negara RI, yang bahkan sudah diatur dalam PP Nomor tahun tentang Pendirian Ormas oleh WNA di Indonesia.

Baca: Jokowi Singgung Elek Yo Band Saat Buka Rapat Kabinet, Para Menteri Tertawa Kecil

Bagi KOSGORO 1957, pemantapan dan pembinaan ideologi Pancasila itu, artinya ialah; bahwa substansi Pancasila sebagai satu kesatuan yang integralistik dalam “hakikat kelahirannya”, harus benar-benar menjadi ”jiwa-nya”, menjadi “api-nya” dan menjadi “RUH-nya” dari tiap tiap kebijakan yang dihasilkan DPR bersama Presiden; dari tiap-tiap kebijakan publik yang dihasilkan pemerintah pusat; pemerintah provinsi dan; pemerintah Kabupaten/Kota.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help