Tribunners / Citizen Journalism

Membaca Psikologi SBY

Semua bermula dari kesaksian mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir dalam persidangan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Membaca Psikologi SBY
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL
Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Naluri seorang ibu! Mungkin itulah yang terjadi, sehingga Ny. Kristiani Herawati atau Ibu Ani Yudhoyono “turun gunung”, mendampingi suaminya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melaporkan Firman Wijaya, kuasa hukum mantan Ketua DPR Setya Novanto, terdakwa korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), ke Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (6/2/2018), dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

Seperti induk ayam yang mengembangkan kedua sayapnya demi menyembunyikan anak-anaknya dari ancaman bahaya, Ibu Ani, yang kemudian kondisi psikologisnya menjalar ke SBY, pun ingin melindungi anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, yang diklaim SBY ikut diseret-seret dalam kasus e-KTP.

Semua bermula dari kesaksian mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir dalam persidangan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (25/1/2018).

Dalam kesaksiannya, mantan politisi Partai Demokrat yang kini bergabung dengan Partai Haura itu mengaku sempat menyarankan Presiden SBY untuk tidak melanjutkan proyek e-KTP karena bermasalah, namun saran itu tak digubris.

Belakangan, nama Ibas tertulis dalam buku hitam Setya Novanto yang dibawa ke persidangan, Senin (5/2/2018). Buku ini sempat “diintip” wartawan, sehingga diketahuilah ada nama Ibas.

Keesokan harinya, SBY didampingi Ibu Ani, melaporkan Firman Wijaya ke PMJ, setelah beberapa saat sebelumnya menggelar jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, di mana Ibu Ani juga mendampingi SBY bersama kedua putranya, Ibas dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jadi, ada jeda 11 hari antara penyebutan nama SBY oleh Mirwan Amir dan pelaporan SBY ke PMJ. Namun, jeda antara munculnya nama Ibas dan pelaporan Firman Wijaya ke PMJ hanya sehari. Disinyalir, Ibu Ani lebih mengkhawatirkan, meminjam istilah SBY, diseret-seretnya nama Ibas daripada nama SBY.

Karena merasa khawatir itulah, diduga mantan first lady ini meminta suaminya melapor ke PMJ.

Bila Ibu Ani lebih khawatir dengan penyebutan nama SBY, niscaya ia akan langsung minta suaminya itu melaporkan Firman Wijaya hari itu juga atau keesokan harinya, tak perlu menunggu belasan hari. SBY pun “manut” saja.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help