Tribunners / Citizen Journalism

Hebat! Literasi Jadi Pondasi Pendidikan di Daerah Ini

Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi daerah pertama di Indonesia yang mewajibkan program belajar 16 tahun.

Hebat! Literasi Jadi Pondasi Pendidikan di Daerah Ini
Istimewa
Keterampilan pedagogi (mengajar) yang kurang baik, menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat keterampilan membaca siswa di Malinau. Malinau berkerjasama dengan Program INOVASI untuk mensukseskan program wajib belajar 16 tahun. Foto: Dokumentasi Dinas Pendidikan Malinau. 

TRIBUNNERS - Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi daerah pertama di Indonesia yang mewajibkan program belajar 16 tahun.

Warga mendapat akses belajar dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas).

Baca: 5 Penemuan Ini Bukan Mengubah Dunia, Tapi Malah Membunuh Jutaan Manusia!

Program ini menjangkau seluruh daerah di Malinau, termasuk desa-desa kecil yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Guna memperkut program wajib belajar 16 tahun ini, Malinau bekerjasama dengan Program INOVASI. Kerjasama itu diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan dasar.

”Kami sepakat pendidikan yang bermutu pasti menghasilan siswa yang berkualitas. Itu sebabnya mutu pendidikan harus dibangun dari dasar. Sehingga siswa pada tingkat pendidikan lebih lanjut akan mudah berkembang,” terang Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah di Kantor Bupati Malinau, Rabu (7/3).

Topan mengatakan keterampilan baca-tulis atau literasi dasar, menjadi pondasi wajib belajar 16 tahun di Malinau.

Dengan terampil membaca, anak-anak Malinau bisa mempelajari matematika, IPA, ilmu sosial, bahasa dan agama lebih baik di kelas berikutnya.

Terampil membaca artinya, anak mampu membaca, paham isi bacaan yang dibacanya dan mampu mengembangkan isi bacaan itu dengan bahasa sendiri.

“Membaca adalah alat untuk belajar. Anak harus belajar membaca, mulai kelas 1 sampai kelas 3 SD. Jika sampai kelas 3 SD anak tidak bisa membaca, maka anak itu berpotensi tertinggal jauh dari rekan sebayanya. Bahkan Ia bisa gagal menyelesaikan pendidikan, karena tidak mampu belajar,” tambah wakil bupati ini.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help