Tribunners / Citizen Journalism

Membaca Psikologi Prabowo

Tapi faktanya, hingga hari ini Prabowo masih malu-malu kucing. Ia masih berlindung di “ketiak” rakyat.

Membaca Psikologi Prabowo
Foto Dany Permana - Tribunnews.com
Prabowo Subianto (Foto Dany Permana - Tribunnews.com) 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Fadli Zon boleh saja berkoar Prabowo Subianto calon presiden itu harga mati. Seluruh DPD Partai Gerindra di Indonesia, Minggu (11/3/2018), boleh saja serentak mendeklarasikan Ketua Umum Gerindra itu sebagai capres 2019.

Tapi faktanya, hingga hari ini Prabowo masih malu-malu kucing. Ia masih berlindung di “ketiak” rakyat.

"Kalau memang dibutuhkan oleh rakyat yang menuntut, meminta, dan kita memang diberi kesehatan oleh Tuhan, kemampuan, ya kita tak boleh mengingkari harapan rakyat," ujar Prabowo (Tribunnews.com, 10 Februari 2018).

"Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, beliau masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya," kata Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani (Kompas.com, 12 Maret 2018).

Berlindung di “ketiak” rakyat tentu tak salah bagi mantan Danjen Kopassus itu. Sebab, rakyatlah pemilik kedaulatan tertinggi di republik ini, apalagi dalam sistem pemilihan presiden langsung seperti saat ini. Siapa yang dipilih mayoritas rakyat, dialah yang akan menjadi presiden.

Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, Prabowo masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya.

Secara psikologis, di sinilah Prabowo mulai gamang atas kemampuannya sendiri. Atau bisa jadi ini semacam test water untuk mengetahui seberapa besar dukungan rakyat.

Namun, kegamangan Prabowo yang sesungguhnya ialah apakah ia akan mampu mengalahkan petahana Presiden Joko Widodo, bahkan sekadar maju sebagai capres pun belum tentu bisa. Mengapa?

Pertama, elektabilitas Prabowo stagnan di kisaran 20% bahkan kurang, meski setiap hari Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, melancarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Jokowi.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help