Tribunners / Citizen Journalism

Sejumlah Mahasiswa Memberikan Dorongan Moril kepada Fahri Hamzah

Iwan menerangkan, MSI dalam sebuah talk show di media televisi swasta nasional beberapa waktu lalu MSI menyebut Fahri Hamzah (FH) sebagai pembohong.

Sejumlah Mahasiswa Memberikan Dorongan Moril kepada Fahri Hamzah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Negara Indonesia adalah negara hukum, tak ada pandang bulu, siapapun dia semua dijamin oleh konstitusi sama di depan hukum termasuk Muhamad Sohibul Iman (MSI) Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Demikian dikemukakan M. Iwan, koordinator Front Mahasiswa Indonesia Peduli Keadilan (FMI-PK) dalam aksi demostrasi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/04/2018).

Ratusan masa ini membentangkan spanduk mendesak Polda Metro Jaya segera memproses kasus dugaan pencemaran nama baik Fahri Hamzah (FH) yang diduga dilakukan oleh MSI dan memberikan dorongan moril kepada Fahri Hamzah untuk terus menegakkan keadilan.

Iwan menerangkan, MSI dalam sebuah talk show di media televisi swasta nasional beberapa waktu lalu MSI menyebut Fahri Hamzah (FH) sebagai pembohong.

Tak terima, FH melaporkan MSI dengan pasal pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Menurut Iwan, dugaan pencemaran nama baik FH oleh MSI tidak bisa dibiarkan.

"Indonesia adalah negara hukum meski MSI adalah tokoh politik nasional yang disegani, Polda Metro Jaya tak boleh takut untuk melanjutkan proses hukum MSI ini", tegas Iwan.

Menurut Iwan, sebagai seorang pucuk pimpinan partai, mestinya MSI harus menjadi panutan bagi semua anggotanya, harus mampu menjaga stabilitas antar anggota partai, bukan malah menebar fitnah dan menjatuhkan martabat kadernya yang juga pimpinan lembaga tinggi negara.

Untuk itu sambung Iwan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh FH ini sehingga didorong mengambilalih kepemimpinan PKS apalagi PKS membutuhkan teladan yang mencerminkan keadilan dalam proses pengambilan kebijakan.

Ini merupakan aksi balasan setelah sebelumnya, massa dari Front Penegakan Keadilan Sosial atau F-PKS menggeruduk Polda Metro Jaya, Jumat 27 April 2018 lalu.

Mereka menuntut laporan terhadap Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilanjutkan.

Mereka menamakan aksi itu sebagai 'Aksi Jumat Keramat Jebloskan Fahri Hamzah ke Penjara'. Mereka meminta laporan terhadap Fahri dan Fadli di Polda Metro Jaya, dengan tuduhan dugaan penyebaran berita bohong atau hoax, tidak diam ditempat.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved