Tribunners / Citizen Journalism

Dulu, Saya Anggap Pancasila Adalah Berhala

Sebab bila masih mayakini Pancasila sebagai sumber dari segalam sumber hukum maka oleh kelompoknya, belum dianggap beriman alias masih kafir

Dulu,  Saya Anggap Pancasila Adalah Berhala
ISTIMEWA
Mantan pendiri NII, Ken Setiawan 

Oleh Mantan Komandan NII, Sekarang Mendirikan NII Crisis Center, Ken Setiawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Berbicara Pancasila sangat penting. Dulu, sebelum masuk kelompok radikal, merupakan hal mendasar yang dibahas adalah tentang Pancasila.

Sebab bila masih mayakini Pancasila sebagai sumber dari segalam sumber hukum maka oleh kelompoknya, belum dianggap beriman alias masih kafir.

Lalu apa hubunganya dengan keimanan kita ? Dulu menganggap bahwa ucapan shahadat adalah kita bersaksi tidak ada tuhan lain selain Allah, dan tidak ada sumber hukum lain selain Hukum Allah. Pancasila dengan KUHP dianggap produk hukum penjajah belanda, sementara umat Islam hanya boleh bersumber hukum dari Alquran.

Jadi bila masih meyakini Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dianggap belum beriman alias kafir. Lalu, bagaimana anggapan mereka tentang mereka yang mengaku Islam tapi percaya Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum?

Mungkin kita bertanya, bagaimana mungkin orang yang telah mengucapkan dua kalimah sahadat, berpuasa di bulan Ramadan, membayar zakat bahkan ada yang menunaikan ibadah haji bisa disebut musyrik. Walaupun KTP-nya Islam dan rajin ibadah, tapi mereka anggap Indonesia itu kotor sebab tidak berhukum Allah, maka ibdahnya pun tidak sah.

Dulu saya anggap percuma sholat di NKRI, ini negara jahilillah. Kini Ken telah berubah, baginya, Pancasila bukanlah berhala, bukan juga pengganti Alquran, pancasila adalah kesepakatan bersama yang juga dirumuskan oleh para ulama.

Pacasila sama halnya dengan Piagam Madinah, bukan untuk meng-Islamkan semua orang, tapi sebagai kesepakatan antara umat beragama untuk bersatu hidup berdampingan untuk menjalankan agamanya masing masing.

Hari ini kondisi bangsa sangat terancam, bagaimana tidak banyak orang dan organisasi yang dengan tegas anti Pancasila dibiarkan. Bahkan ada yang menganggap hari ini adalah kondisi perang, sebab mereka yang ingin mendirikan negara Islam di indonesia pada ditangkap aparat. Jangankan yang non muslim, sekarang yang muslim dan rajin ibadah saja di kafirkan termasuk orang tua.

Info lengkap klik www.niicrisiscenter.com

Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved