Tribunners / Citizen Journalism

OGMA 2018 Bakal Diikuti Oleh Tim yang Berasal dari Sekolah Menengah Atas Nasional

DENGAR KATA INDONESIA, otomatis muncul pemikiran terkait keanekaragaman dan pluralitas. Keanekaragaman dan pluralitas tersebut termasuk segala

OGMA 2018 Bakal Diikuti Oleh Tim yang Berasal dari Sekolah Menengah Atas Nasional
ist
Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro tengah melakukan penelitian 

DENGAR KATA INDONESIA, otomatis muncul pemikiran terkait keanekaragaman dan pluralitas. Keanekaragaman dan pluralitas tersebut termasuk segala aspek disiplin keilmuan, diantaranya adalah aspek geologi.

Sejarah telah mencatat, ratusan bahkan ribuan peristiwa penting geologi telah terjadi di Indonesia. Itu sebagai manifestasi kompleksnya tektonik atau aspek geologi di Indonesia.

Perwujudan dari keanekaragaman tersebut dapat dispesifikasikan pada disiplin ilmu geologi, yakni dapat dianalogikan sebagai dua sisi mata pisau. Keanekaragaman geologi tersebut dapat menjadi peluang sekaligus ancaman untuk masyarakat Indonesia.

Implikasi dari kompleksnya tektonik Indonesia, dapat memberikan peluang baik untuk Sumber Daya Alam-nya yang melimpah. Namun, penyebaran sesar-sesar Mayor yang cukup merata melingkupi ruang geografi Indonesia pun juga bisa memberikan ancaman nyata bagi masyarakat akan bencana gempa bumi ataupun bencana alam lainnya.

Isu budaya dan mitos-mitos yang berkembang akibat terjadinya bencana alam menjadi salah satu potensi besar akan terjadinya perpecahan sosial. Isu mengait-ngaitkan akibat terjadinya bencana pada elemen masyarakat dirasa kurang memberikan tindakan yang solutif dan kontra-produktif karena ruang publik hanya diisi dengan perdebatan semu.

Pencerdasan pengetahuan geologi pada generasi muda, yang merupakan generasi penerus diharapkan dapat menjadi ujung tombak di masa depan untuk melakukan tindakan preventif maupun perbaikan akibat kebencanaan yang akan terjadi.

Pencerdasan ini diwujudkan pada acara GEMA 4th dalam sub-acara OGMA (Olimpiade Geologi of Magmadipa) yang memiliki sub-tema Georesources for Youth Generation.

Potensi besar Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah, dapat kemudian dilakukan manajemen dalam eksploitasi maupun eksplorasi melalui riset-riset terbaru sehingga Indonesia dapat unjuk gigi di panggung internasional.

Ini akan coba diwujudkan dalam sub-acara SEC (Sustainability Energy Conference) yang memiliki sub-tema The Role and Innovation Of Geodiversity To Build The Future. Optimalisasi SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alama) merupakan jawaban terbaik atas problematika yang telah terjadi.

Kegiatan rangkaian GEMA 4th 2018 ini didedikasikan untuk Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro yang telah berdiri pada tanggal 4 Agustus 2004 hingga sekarang. Acara ini telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan.

Hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab HTMG (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi) “MAGMADIPA” Universitas Diponegoro sebagai organisasi kemahasiswaan yang mengoordinir semua kegiatan dan mengontrol perkembangan mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro.

Melalui kegiatan Geological Events of MAGMADIPA 4th (GEMA 4th) 2018, HMTG (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi) “MAGMADIPA” Universitas Diponegoro ingin memberikan kontribusi nyata dalam menjawab isu nasional akan Geodiversity of Indonesia. Kegiatan terhimpun atas dua sub-acara yaitu OGMA dan SEC serta Photo Competition.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved