Tribunners / Citizen Journalism

Indonesia Maju atau Punah?

Dua aliran dalam perspektif masa depan Indonesia inilah yang menjadi arus utama dalam wacana publik. “Indonesia Maju vs Indonesia Punah”.

Indonesia Maju atau Punah?
ISTIMEWA
KaryonoWibowo 

Oleh: Karyono Wibowo (Direktur Ekskutif Indonesian Public Institite)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ada banyak pendapat yang memperkirakan posisi Indonesia ke depan. Dari berbagai pendapat yang mengemuka dalam wacana publik tentang posisi Indonesia secara umum terdapat empat aliran pemikiran yaitu aliran optimisme, stagnanisme, pasrahisme, dan pesimisme.

Pandangan kelompok aliran optimisme lebih memberi harapan Indonesia bisa lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya. Aliran stagnanisme memandang masa depan pembangunan Indonesia akan stagnan alias tidak bergerak maju dan tidak mundur.

Di sisi lain, aliran pasrahisme memandang masa depan Indonesia dengan menyerahkan diri pada keadaan. Sementara aliran pesimisme memandang masa depan Indonesia tidak ada harapan lebih baik, bahkan memprediksi Indonesia akan bubar dan punah.     

Pada kesempatan ini, kita bahas saja dua aliran mainstream yang berada pada posisi diametral saat ini yaitu aliran optimisme versus pesimisme. Dua aliran dalam perspektif masa depan Indonesia inilah yang menjadi arus utama dalam wacana publik.

Dua aliran pemikiran tersebut menarik untuk dibahas karena keduanya menjadi narasi besar yang berhubungan dengan kontestasi pilpres 2019 yang menampilkan dua pasangan capres yang saling berhadapan. Sesuai dengan tema diskusi kali ini, maka narasi dan kontra narasinya bisa disederhanakan “Indonesia Maju vs Indonesia Punah”.

Dua aliran tersebut bisa direpresentasikan bahwa pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin berada di kubu aliran optimisme, sementara kubu Prabowo – Sandiaga Uno berada di kubu aliran pesimisme.

 Hal itu didasarkan pada sejumlah narasi dan pernyataan dari kedua pasangan capres. Sebagai kubu petahana Jokowi – Ma’ruf lebih banyak membangun optimisme dengan narasi keberhasilan dan kemajuan pembangunan yang telah dicapai. Berbagai klaim kemajuan yang dicapai menjadi modal untuk membuat Indonesia lebih maju dari hari ini.

Sementara kubu Prabowo – Sandi lebih banyak membuat narasi sebaliknya. Sebagai penantang incumbent, kubu ini banyak memproduksi opini yang mengandung pesimisme. Narasi yang dibangun lebih banyak bicara kegagalan pemerintah, bahkan Prabowo memperkirakan Indonesia akan bubar di tahun 2030 dan terbaru muncul pernyataan Indonesia akan punah.

 Tentu saja dalam membahas dua aliran pemikiran tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks politik karena kedua narasi tersebut muncul di tahun politik menjelang pilpres. Oleh karena itu, kita perlu memahaminya secara lebih lentur, tidak bisa hitam putih karena narasi tersebut terselip berbagai kepentingan elektoral.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved