Tribunners / Citizen Journalism

Persekusi yang Kalian Buat

Banyak sudah berbagai kanal pengaduan resmi yang terbuka untuk publik dapat digunakan untuk menghindari praktek persekusi.

Persekusi yang Kalian Buat
ISTIMEWA
Poempida Hidayatulloh

Oleh Poempida Hidayatulloh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Dalam tulisan sebelumnya Penulis telah menjelaskan betapa berbahayanya Persekusi Digital jika dibiarkan terjadi. Di dalam suatu ruang yang sangat terbuka dan transparan seperti sekarang ini di Indonesia seyogianya praktek Persekusi Digital sungguh tidak boleh terjadi.

Banyak sudah berbagai kanal pengaduan resmi yang terbuka untuk publik dapat digunakan untuk menghindari praktek persekusi. Baca: Persekusi Digital

Kanal-kanal ini memang kadang dirasa tidak menyalurkan keinginan pengadu sebagaimanamestinya sehingga membuat pihak merasa kecewa atau merasa tidak diperhatikan secara cepat.

Jika demikian tekanan publik yang harus diciptakan seseorang seyogianya harus mengarah kepada terjadinya percepatan penanganan pengaduan tersebut. Tentunya dengan cara menekan institusi yang terkait. Bukannya dalam konteks mempersekusi seseorang.

Dengan cara yang tepat tekanan publik terhadap suatu institusi hampir dapat dikatakan suatu langkah cerdas dan jauh dari konteks pidana. Berbeda dengan suatu tindakan persekusi seseorang yang sangat kental dan sarat dengan unsur pidana.

Modus operandi dari Persekusi Digital yang utama adalah menciptakan opini atau pun dukungan orang banyak terhadap suatu hal yang belum tentu benar.  Misalnya menuduh seseorang sebagai koruptor, menuduh seseorang sebagai pemerkosa, menuduh seseorang telah melakukan malpraktik, dan lain-lain.

Dan opini yang dibuat tidak dilengkapi dengan bukti-bukti atau fakta-fakta yang nyata dan sahih. Semua berbasis pada referensi bukti-bukti yang circumstancial, atau dengan kata masih ada keraguan dan tergantung pada situasi dan kondisi. Selain dari pada itu biasanya masih menimbulkan keraguan dan perdebatan.

Yang menjadi masalah adalah bahwa sebuah tuduhan yang bersifat pidana berpotensi menjadi pidana juga. Dalam konteks pidana hukuman harus dijatuhkan apabila tidak ada keragu-raguan lagi di dalam kasus yang ada. Namun tuduhan pidana dalam konteks persekusi digital ini langsung berdampak fatal.

Karena jika kemudian menjadi viral, menjadi suatu proses efek bola salju yang terus membesar tanpa terbendung. Di sinilah terjadi vonis publik kepada yang terpersekusi secara digital ini. Akan sangat sulit bagi seseorang untuk kemudian merehabilitasi kembali namanya jika kemudian terbukti si terpersekusi ini tidak bersalah di mata hukum.

Dampak seperti ini harus jelas dibarengi dengan hukuman yang sangat berat bagi si pemersekusi. Karena bagaimana pun juga hukum yang terbangun harus menjadi suatu basis penangkal maraknya terjadi persekusi di mana-mana dan juga memberikan efek jera bagi si pelaku persekusi.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved