Tribunners / Citizen Journalism

Kenapa Bambu Unik Mahal? Harganya Bisa Ratusan Ribu Bahkan Jutaan Rupiah

Bambu unik adalah karya seni alami dengan segala keartistikannya tumbuh dan terbentuk secara alami, dalam artian bukan terbentuk dari hasil rekayasa

Kenapa Bambu Unik Mahal? Harganya Bisa Ratusan Ribu Bahkan Jutaan Rupiah
foto Alex Palit
Pembolang bambu unik dan aneka bambu unik 

Oleh: Alex Palit

Begitu saya mengunggah tulisan “KPBUN Lelang Bambu Unik Galang Buat Gelar Doa ”Pilpres Damai” di Tribunnews.com (10/01);   (http://www.tribunnews.com/ tribunners/2019/01/10/kpbun-lelang-bambu-unik-buat-gelar- doa-pilpres-damai), lagi-lagi ada yang ajukan pertanyaan, bambu unik mahal ya?

Dan saya sering mendapat pertanyaan serupa, kenapa bambu unik itu mahal? Hanya berupa sepotong bambu harganya bisa ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Pastinya buat saya pertanyaan itu wajar dilontarkan bagi yang belum mengenal apa dan siapa bambu unik dengan segala keunikannya dan tingkat kesulitan untuk mendapatnya.

Kenapa mahal? Yang pasti bambu unik ini bukan bambu sembarangan atau sembarang bambu, karena bambu ini memiliki spesifikasi bentuk yang unik dan langka tidak ada duanya.

Yang pasti pula, bambu unik adalah karya seni alami dengan segala keartistikannya tumbuh dan terbentuk secara alami, dalam artian bukan terbentuk dari hasil rekayasa tangan manusia.

Kalaupun kemudian menjadikannya mahal, karena untuk mendapatkan bambu unik apalagi dengan speesifikasi bentuk yang langka tidaklah gampang.

Walau kita sering menjumpai keberadaan pohon bambu ini di sekitar lingkungan kita, tapi belum tentu menemukan jenis bambu berkriteria unik.

Bahkan dari satu barongan (rumpun) bambu yang bisa ditumbuhi puluhan batang, belum tentu muncul bambu uniknya. Kalau belum jodohnya tidak bakal ketemu.

Selain itu, untuk berburu bambu unik ini butuh nyali tersendiri, karena jangan kaget kalau mendapati adanya ular. Di mana pohon bambu sering dijadikan tempat bersarang ular.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved