Tribunners / Citizen Journalism

Kyai Muda Bersatu: Santri Dherek Kyai

Jargon Santri Dherek Kyai lebih ditegaskan kembali dalam tausiah oleh KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amien Kabupaten Kediri

Kyai Muda Bersatu: Santri Dherek Kyai
dokumentasi panitia
Istighosah Qubro dan Ijasahan Qubro di Stadion Menak Sompal Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Selasa (22/1/2018) 

Oleh: Yuristiarso Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kyai Muda Bersatu (KMB) menggaungkan kembali jargon Santri Dherek Kyai yang merupakan ciri dan karakter yang telah diajarkan di lingkungan Pondok Pesantren.

Jargon Santri Dherek Kyai lebih ditegaskan kembali dalam tausiah oleh KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amien Kabupaten Kediri, yang menyatakan bahwa sesungguhnya kalangan santri memiliki hutang terhadap Syech Nawawi Al Bantani dimana kitab-kitabnya sudah menjadi materi ajar ponpes salaf ahli sunnah wal jamaah di Indonesia.

Untuk menebus utang tersebut, lanjut KH Anwar, sangat sederhana sekali yaitu dengan memberikan dukungan terhadap apa yang dikehendaki oleh KH Maruf Amin sebagai cicit Syech Nawawi Al Bantani.

Pengasuh Ponpes Al Amien Kabupaten Kediri KH Anwar Iskandar
KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amien Kabupaten Kediri

"Jadi esensi Santri Dherek Kyai itu bisa diwujudkan dengan mendukung KH Maruf Amin," tegas KH Anwar Iskandar saat bertausyiah dalam Istighosah Qubro dan Ijasahan Qubro di Stadion Menak Sompal Kabupaten Trenggalek, Selasa (22/1/2018).

Acara ini menjadi spesial karena juga dilaksanakan prosesi Ijazah Qubro yang dilakukan secara khusus oleh KH Maruf Amin. Istighosah Qubro dan Ijazahan Qubro yang diselenggarakan KMB itu dihadiri sejumlah Kyai Sepuh dan Kyai Muda kawasan Mataraman serta sekitar 25 ribu santri dan masyarakat sekitar.

KH Nabiel Hasbullah, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Joresan Kabupaten Ponorogo yang juga sebagai Ketua KMB wilayah Mataraman menyatakan pasca pelaksanaan Istighosah Qubro di Trenggalek, pihaknya menerima permintaan dari sejumlah putra-putra kyai pengasuh ponpes di wilayah Mataraman pada khususnya serta Jawa Timur pada umumnya untuk melakukan konsolidasi.

"Prinsipnya tetap mengacu pada jargon Santri Dherek Kyai. Pernyataan ini sengaja saya ulang beberapa kali dalam sambutan panitia Istighosah Qubro itu agar menjadi dasar utama bagi kalangan santri dan warga Nahdiyin dalam berprilaku dan mengambil sikap," kata KH Nabiel kepada pers Rabu (23/1/2018).

KH Nabiel Hasbullah Gus Nabiel
KH Nabiel Hasbullah (Gus Nabiel), Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Joresan Kabupaten Ponorogo

Lebih jauh Gus Nabiel menyatakan bahwa KMB secara nasional dipandegani KH Maksum Faqih, Pengasuh Ponpes Langitan Tuban telah menerima sejumlah permintaan untuk segera melakukan pembentukan organ KMB di beberapa daerah.

"Alhamdulillah, permintaan untuk melakukan konsolidasi KMB datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar. InsyaAllah semuanya akan segera dikonsolidasikan agar bisa semakin masif," tegas KH Nabiel.

* Yuristiarso Hidayat, Pendamping Desa dan anggota Forum Santri Nasional (Forsana)

Editor: Yudie Thirzano
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved