Tribunners / Citizen Journalism

Pengaturan Skor

Kinerja Satgas Antimafia Bola Diapresiasi, Siapa Menyusul Tersangka?

Bahkan, satgas kemudian menyegel kantor PT Liga Indonesia yang pernah dipimpin Jokdri, Kamis (31/1/2019) malam dan kemudian menggeledahnya.

Kinerja Satgas Antimafia Bola Diapresiasi, Siapa Menyusul Tersangka?
Tribunnews/JEPRIMA
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha seusai di periksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). Joko Driyono diperiksa selama 11 jam dengan 45 pertanyaan terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola di liga Indonesia.(Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konon salah satu cara Joko Driyono agar pemberantasan match fixing dihentikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri adalah dengan menyelenggarakan Piala Presiden 2019, meski itu dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa persiapan memadai.

Jokdri, panggilan akrab Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), itu coba tampil dengan “wajah baru”. Namun faktanya, langkah satgas justru makin kencang.

Rabu (30/1/2019), misalnya, satgas menggeledah kantor PSSI dan menyita catatan transaksi keuangan PSSI periode 2017-2018.

Bahkan, satgas kemudian menyegel kantor PT Liga Indonesia yang pernah dipimpin Jokdri, Kamis (31/1/2019) malam dan kemudian menggeledahnya keesokan harinya.

Baca: Satgas Antimafia Bola Amankan Beberapa Dokumen di Kantor Liga Indonesia

Polri sepertinya sudah mengetahui niat "ada udang di balik batu" Jokdri untuk mencari pintu selamat dari kemelut match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan) yang membelitnya.

“Kita apresiasi langkah satgas yang makin kencang. Yakinlah, satgas tak akan berhenti sampai pemberantasan match fixing telah benar-benar tuntas sampai ke aktor intelektualnya,” ungkap Komisioner Bidang Hukum Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Erwin Mahyudin, Senin (4/2/2019) dalam keterangannya.

KPSN adalah pihak yang menginisiasi pemberantasan match fixing yang mulai bergerak bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sejak turunnya Sprin/4976/X/2018/Bareskrim tertanggal 29 Oktober 2018, dan kemudian diperkuat Polri dengan membentuk Satgas Antimafia Bola pada 22 Desember 2018.

Pasca-mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI dalam Kongres PSSI di Bali, Minggu  (20/1/ 2019), apalagi setelah dibahas khusus dalam program “Mata Najwa” di Trans TV, Rabu (23/1/2019), sejumlah orang berniat maju menjadi calon Ketua Umum PSSI, termasuk Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019.

Menanggapi munculnya Erick, Erwin Mahyudin berkomentar singkat. “Mas Erick sebaiknya fokus pada tugas yang sudah diamanahkan Presiden Jokowi. Mari kita jaga bersama marwah Presiden dengan sikap konsisten,” ujanya.

Seperti diberitakan, Satgas Antimafia Bola terus mengusut kasus match fixing di Liga Indonesia. Satgas telah menggeledah kantor PSSI dan menyita sejumlah bukti transaksi keuangan PSSI pada 2017 hingga 2018 atau saat PSSI dipimpin Edy Rahmayadi.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved