Tribunners / Citizen Journalism

Jokri Diminta Segera Mempersiapkan KLB

Plt Ketua Umum PSSI diminta segeraempersiapkan Kongres Luar Biasa bukan malah perpanjang kekuasaan.

Jokri Diminta Segera Mempersiapkan KLB
Tribunnews/JEPRIMA
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha seusai di periksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). Joko Driyono diperiksa selama 11 jam dengan 45 pertanyaan terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola di liga Indonesia.(Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tugas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono adalah menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB), bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum PSSI yang ditinggalkan Edy Rahmayadi hingga 2020.

“Memang tugas Plt Ketua Umum PSSI menyelenggarakan KLB, bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum, apalagi melanggengkan kekuasaan,” ungkap Ketua Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali kepada wartawan, Kamis (7/2/2018).

Hal ini juga sejalan dengan pesan Edy Rahmayadi ketika menyatakan mundur dari jabatan Ketum PSSI dalam Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019).

Saat itu mantan Pangkostrad yang kini Gubernur Sumatera Utara tersebut berpesan agar Jokdri, panggilan akrab Wakil Ketua Umum I PSSI, segera menggelar KLB setelah ditunjuk menjadi Plt Ketum PSSI.

Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 dan akan berakhir masa jabatannya pada 2020.

Baca: Doddy Sudrajat Tak Percaya Vanessa Angel Sudah Punya Anak, Iis Dahlia: Bisa Aja Sih Sebenarnya

Baca:  Doddy Sudrajat Tak Kunjung Jenguk Vanessa Angel di Bui, Iis Dahlia Gemas: Ya Allah Pak Lama Banget

 Menurut Akmal, selain 2/3 voters atau pemilik hak suara yang bisa mengusulkan KLB, berdasarkan ketentuan Statuta PSSI, para anggota Executive Committee (Exco) atau Komite Eksekutif PSSI bisa pula mengusulkan KLB. “Exco pun bisa mengusulkan KLB,” tegasnya.

Akmal menilai, saat ini PSSI sudah dalam kondisi darurat setelah sejumlah pengurusnya menjadi tersangka match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan) seperti Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, dan anggota Komite Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan ada pula yang mengundurkan diri seperti anggota Exco Hidayat dan Gusti Randa, sehingga KLB merupakan satu-satunya solusi.

“KLB adalah solusi yang tepat,” cetusnya.

Akmal menduga, para pemilik hak suara PSSI saat ini dalam kondisi nyaman terhadap keberadaan Jokdri selaku Plt Ketum PSSI, sehingga nyaris mustahil berharap mereka meminta PSSI menggelar KLB. “Exco bisa ambil inisiatif,” tandasnya.

Desakan agar PSSI menggelar KLB sebelumnya disuarakan klub-klub seperti Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari, serta Asprov-Asprov seperti Ketua Asprov PSSI DI Yogyakarta Bambang Kuncoro.

Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta Uden Kusumawijaya bahkan bersuara lantang dalam Kongres PSSI di Bali 20 Januari lalu tentang perlunya KLB PSSI untuk memilih Ketum PSSI definitif pasca-mundurnya Edy Rahmayadi.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved