Tribunners / Citizen Journalism

Suara Petugas TPS, Pertanggunganjawab Kami ke Tuhan dan Rakyat

Usai pencoblosan, anggota KPPS mempersiapkan perhitungan jumlah suara untuk pemilihan presiden.

Suara Petugas TPS, Pertanggunganjawab Kami ke Tuhan dan Rakyat
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas KPPS saat melakukan penghitungan suara untuk Calon Presiden dan Wakil Presiden di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin mendapat 133 suara sedangkan untuk Prabowo dan Sandiaga Uno sebesar 76 suara. (Tribunnews/Jeprima) 

TUDUHAN curang dari pihak yang merasa kalah dalam quick count Pilpres 2019 terhadap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas untuk mensukseskan Pemilu tahun ini, sungguh menyakitkan hati.

Cap bahwa petugas di TPS tidak jujur atau berpihak pada pihak yang tengah unggul di hitung cepat merupakan tabiat buruk karena sama saja tidak menghargai betapa berat tanggung jawab yang harus diemban.

Suara hati itu dilontarkan seorang petugas TPS dengan akun wisanggeni, yang bertugas di wilayah Jawa Tengah. Ia menulis bahwa sebagai petugas KPPS, pekerjaan sudah dimulai tiga hari sebelum 17 April 2019 ketika seluruh KPPS mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di setiap Kelurahan sejak pukul 20.00 hingga tengah malam.

"Pekerjaan selanjutnya, setelah menerima DPT (Daftar Pemilih Tetap), kami harus menyebarkan undangan ke calon pemilih. Saya sampai harus mengisi daftar undangan di kantor. Distribusi undangan jadi tantangan selanjutnya. Selain menyebar, penduduk perkotaan juga sulit ditemui," ujarnya.

Usai urusan undangan tuntas, KPPS harus menyiapkan lokasi TPS sehari sebelum pencoblosan dengan mendirikan tenda, mengatur layout, dan meja-kursi.

"Pada hari H, kami siap setelah sholat subuh, sekaligus mengecek TPS agar sesuai dengan peraturan KPU. Setelah kami disumpah oleh Ketua KPPS, tepat pukul 07.00, TPS dibuka," jelas Wisanggeni.

Pekerjaan tanpa henti langsung kami lakukan hingga pukul 13.00. Diawali dengan mencocokkan undangan dan DPT, menyiapkan surat suara yang harus ditulis dan ditandatangani Ketua KPPS, serta mengecek kondisi surat suara, lalu membagi satu pemilih mendapat lima surat suara.

"Kami kerja tanpa jeda sedikitpun," lanjutnya. 

Usai pencoblosan, anggota KPPS mempersiapkan perhitungan jumlah suara untuk pemilihan presiden.

"Khusus penghitungan suara capres/cawapres, suasana TPS agak tegang sehingga kami extra hati-hati agar tidak ada kekeliruan sedikitpun. Apalagi, warga yang menonton juga banyak," katanya.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved