Tribunners / Citizen Journalism

Mengamankan Smart Ekosistem Pintar untuk Mendukung Indonesia 4.0

Konektivitas 'Internet of Things' yang trusted merupakan salah satu dari sekian banyak persyaratan untuk mengembangkan suatu kota pintar

Mengamankan Smart Ekosistem Pintar untuk Mendukung Indonesia 4.0
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pengembangan Semarang Smart City- Petugas sedang menjelaskan monitor pemantau lalu lintas Kota Semarang melalui monitor yang terpasang di Situation Room di gedung Balaikota Semarang, Senin (26/2). Selain memantau arus lalu lintas di ruang Situation Room juga bisa memantau akses jalan, penerangan jalan umum, memonitor keberadaan BRT dan arus lalu lintas. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Oleh :  Amit Mehta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menurut proyeksi Standard Chartered, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2030 dengan nilai PDB sebesar US$10,1 triliun.

Fenomena pertumbuhan ekonomi ini juga akan diikuti dengan peningkatan arus urbanisasi. Di Indonesia, PBB memperkirakan persentase jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah perkotaan akan meningkat dari sekitar 45% pada tahun 2005 menjadi 60,3% pada 2025.

Untuk memenuhi pertumbuhan populasi perkotaan yang terus berkembang, perlu dibangun sarana pendukung agar kota-kota menjadi lebih aman, cerdas, dan memiliki pertumbuhan yang berkesinambungan.

Smart city (kota pintar) biasanya terdiri dari berbagai objek dan mesin yang terhubung dalam sebuah jaringan kompleks yang saling mengirimkan data menggunakan teknologi nirkabel dan cloud.

Konektivitas 'Internet of Things' yang trusted merupakan salah satu dari sekian banyak persyaratan untuk mengembangkan suatu kota pintar dan dapat mendukung layanan lain seperti analisa big data,implementasi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (ML), dan teknologi blockchain. 

Tergantung  pada bagaimana negara-negara akan mengimplementasikan berbagai aplikasi dan solusi untuk kota-kota pintar, komputasi awan dan IoT merupakan salah satu pengembangan infrastruktur digital yang penting  dalam rangka mewujudkan Industry 4.0 di Indonesia.

Baca: Rencana Pemindahan Ibu Kota, Yenny Wahid Usulkan Penerapan Konsep Smart City

Pemerintah Indonesia telah memulai tahap awal pengembangan smart city di 24 kota/kabupaten di seluruh negeri.

Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas daerah terpencil dan daya saing ekonomi, dengan memungkinkan terjadinya aktivitas pertukaran data seperti teknologi pencahayaan pintar, sistem parkir pintar, manajemen sampah, sistem drainase pintar, dan sistem kelistrikan pintar.

Namun, perlu diingat bahwa perencanaan kota pintar juga harus ‘secure-by-design’, yang mana membutuhkan perlindungan yang kuat di setiap lapisan untuk memastikan keamanan data dan penduduknya.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved