Home »

Video

»

News

Jejak Romusha dan Tan Malaka di Bayah-Sawarna

Kesaksiak pekerja romusha di Bayah.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK --  Salah satu tokoh nasional, Tan Malaka, sempat melarikan diri ke Bayah dan bekerja dengan Jepang pada tahun 1943.

Rupanya di sana Tan Malaka selain jadi juru tulis, juga menjadi mandor di perkebunan maupun tambang batubara yang dikelola Jepang lewat keringat kerja paksa alias romusha.

Sarjo (91), salah satu pekerja romusha yang tersisa, menceritakan hal itu kepada Wartakotalive.com.

Menurut Sarjo, walau Tan Malaka memakai nama Ilyas Husein selama menjadi juru tulis dan mandor, tetapi para pekerja romusha sudah tahu bahwa Ilyas Husein adalah Tan Malaka.

Selama jadi mandor, Tan Malaka sering ditugaskan mengawasi pembangunan rel kereta, kebun, dan tambang batubara yang berada di Sawarna, sekitar 20 menit dari Bayah di masa kini.

Sarjo juga menceritakan soal bagaimana ia bisa tiba di Bayah.

Sarjo tadinya tinggal di Purworejo, tetapi kemudian diculik dan dijadikan romusha di Bayah dan Sawarna sejak tahun 1943.

Saat itu pemerintah Jepang memang tengah mengeruk kekayaan alam di Bayah dan Sawarna, terutama hasil batubaranya.

Sebab Jepang ingin pulau Jawa bisa memasok batubara sendiri, agar tak bergantung dari pasokan batubara di Sumatera maupun Kalimantan.

Halaman
12
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help