Breaking News:

Asian Para Games 2018

Dua Kali Kalah, Peluang Tim Putri Goal Ball Indonesia ke Semifinal Tinggal 50 Persen

Pada hari pertama, Indonesia menang atas Laos dengan skor 3-2, kemudian kalah dari Thailand dengan skor 11-2, dan pada laga ketiga kalah dari China.

Editor: Sapto Nugroho
asianparagames2018.id
Anes, anggota tim goal ball putri Indonesia pada ajang Asian Para Games 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih goal ball putri Indonesia, Nurusyaikhi Muhammad mengakui peluang anak asuhnya untuk melaju ke babak semifinal Asian Para Games 2018 kini tersisa lima puluh persen.

"Peluang tim kami untuk maju ke babak empat besar masih fifty-fity. Mengingat lawan yang akan kami hadapi besok Jepang dan Iran. Secara teknik dan kemampuan mereka di atas kami. Tapi kita lihatlah di lapangan apa hasilnya nanti," ujar Nurusyaikhi di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, dari tiga laga yang telah dilakoni, Indonesia mengumpulkan 3 poin.

Pada hari pertama, Indonesia menang atas Laos dengan skor 3-2, kemudian kalah dari Thailand dengan skor 11-2, dan pada laga ketiga kalah dari China.

Tim Indonesia yang dimotori oleh Anes dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan tim China dengan skor 11-1.

Baca: Dianggap Terlalu Lama Berselebrasi, Sapto Yogo Dikartu Kuning Usai Raih Emas di Nomor 100 Meter

Pertandingan sendiri berakhir pada menit ke 13.45 babak kedua usai wasit menyatakan game over karena terjadi selisih 10 gol.

Meski lawan yang dihadapi di atas rata-rata pemain Indonesia, namun peluang Indonesia untuk melaju ke babak empat besar masih terbuka asalkan mampu mencuri angka saat menghadapi Jepang dan Korea pada Rabu (10/10/2018).

Baca: Soal Diskualifikasi Miftahul Jannah, Brian Jeoung Gissick: Blind Judo Berbeda dengan Able Body Judo

"Kami tidak menerapkan strategi khusus saat menghadapi Jepang dan Korea. Hanya kami akan lebih fokus pada kondisi mental atlet untuk membangun motivasi yang tinggi," ucap Nurusyaikhi.

"Menghadapi dua laga terakhir ini, kami juga akan fokus memperbaiki segi pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah," tambah Nurusyaikhi Muhammad. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved