Asal-Usul Warna Oranye pada Wortel dan Gizi yang Dikandungnya
Menurut hasil analisa genetik wortel yang lengkap, wortel produk supermarket memiliki warna oranye yang cerah karena adanya gen baru…
Menurut hasil analisa genetik wortel yang lengkap, wortel produk supermarket memiliki warna oranye yang cerah karena adanya gen baru yang ditemukan.
Temuan ini bisa membantu meningkatkan kandungan beta-karoten dalam wortel, serta kualitas gizi berbagai tanaman, termasuk selada dan seledri.
Urutan genetik lengkap pertama dari wortel, yang diterbitkan dalam jurnal ‘Nature Genetics’, menyoroti asal evolusi sayuran tersebut, warna oranye khas-nya, dan nilai gizi yang dikandungnya.
Meski masih ada informasi yang belum terungkap, analisa itu merupakan salah satu analisa paling komprehensif dari gen sayuran, yang ada sejauh ini.
Para peneliti mengidentifikasi lebih dari 32.000 gen dalam wortel oranye yang khas, termasuk sekitar sepertiga dari mereka yang tergolong unik bagi jenis sayuran populer ini.
Mereka kemudian mengurutkan genom 35 spesimen dan subspesies wortel yang berbeda, baik liar maupun hasil budidaya, dalam upaya untuk memahami bagaimana wortel berkembang menjadi spesies yang kita temukan di lemari es.
Akhirnya, mereka menemukan bahwa sebuah gen bertanggung jawab atas konsentrasi beta-karoten yang tinggi dalam akar tunggang wortel oranye.
Beta-karoten, yang diubah oleh tubuh manusia menjadi vitamin A, termasuk dalam kelas dari beberapa ratus pigmen alami -yang disebut karotenoid.
Pigmen itu memberi warna kuning, oranye atau merah kepada buah-buahan dan sayuran, serta beberapa produk hewani, seperti kuning telur dan mentega
"Selain mengurutkan genom wortel, kami juga mempelajari gen-gen tertentu, di bagian tertentu dari genom yang mencakup gen Y," jelas Profesor Philipp Simon dari Universitas Wisconsin-Madison.
"Kami menemukan bahwa gen-Y berkontribusi dalam akumulasi pigmen karotenoid oranye dan kuning pada akar wortel. Ini adalah salah satu dari dua gen yang bertanggung jawab untuk mengkonversi leluhur wortel putih liar menjadi oranye," tambahnya.
Dari tanaman liar ke sayuran
Wortel adalah anggota dari keluarga tanaman ‘Apiaceae’, yang meliputi seledri, peterseli, adas, ketumbar, daun dill dan ubi.
Mereka terkait dengan tanaman pada keluarga bunga matahari, (bunga) artichoke dan selada – jenis yang terakhir memisahkan diri dari keluarga itu sekitar 72 juta tahun lalu.
Secara historis, wortel memiliki akar putih kecil dengan interior kayu. Mereka kemungkinan besar berasal dari daerah Iran dan Afghanistan, di mana mereka masih berkembang hingga saat ini.
Awalnya mereka ditanam untuk daun aromatik, tetapi sudah lebih dari ratusan tahun, para petani mengubah subspesies alami dari wortel menjadi sayuran yang lebih besar, dengan jumlah akar kayu yang berkurang.
Wortel kuning dan ungu ditemukan di Asia Tengah sekitar 1.000 tahun yang lalu, dan versi oranye-nya muncul di Belanda pada akhir abad ke-16, kemungkinan besar terjadi dari persimpangan antara wortel kuning dan ungu.
Wortel, sayuran yang penting
Kekurangan vitamin A merupakan masalah kesehatan global dan membuat pengembangan sumber vitamin A yang berkelanjutan merupakan prioritas bagi perbaikan tanaman, kata Profesor Philipp.
"Kami berharap pengguna langsung dari seluruh urutan genom tersebut akan menjadi penanam publik dan swasta yang akan menggunakannya sebagai pertahanan terhadap penyakit wortel dan reproduksi benih," jelasnya.
Selain membantu para ilmuwan mengembangkan wortel dengan nilai gizi dan sifat-sifat lainnya yang lebih baik, urutan genom wortel bisa memberikan wawasan terhadap urutan genom tanaman lainnya.
Hal ini juga bisa bermanfaat dalam teknologi supervisi genom, ketika DNA dimasukkan, dihapus atau diganti dalam organisme lain. Hal ini bisa meningkatkan kadar beta-karoten pada tanaman seperti ubi kayu, makanan pokok di banyak negara berkembang, sebut Profesor Philipp.