Minggu, 10 Mei 2026
ABC World

Komnas HAM Sebut Komentar Pauline Hanson Bisa Picu Kekerasan di Australia

Komisioner diskriminasi rasial dari Komnas HAM Australia Tim Soutphommasane memperingatkan komentar-komentar anti orang Muslim dan…

Tayang:

Komisioner diskriminasi rasial dari Komnas HAM Australia Tim Soutphommasane memperingatkan komentar-komentar anti orang Muslim dan anti orang Asia yang dilontarkan politisi Pauline Hanson bisa memicu terjadinya kebencian, perpecahan dan kekerasan.

Pemimpin Partai One Nation Pauline Hanson membela kebijakannya yang anti Muslim, kembali menyatakan perlunya pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki Islam. Dia juga mengulangi kembali klaimnya, yang dia kemukakan hampir dua dekade silam, bahwa orang Asia "membanjiri" suburb di Australia.

Hanson menyatakan orang Muslim menyebarkan kebencian di masjid-masjid dan mendatangkan ancaman "terorisme ke jalan-jalan kita".

James Ashby and Pauline Hanson
Penasehat media James Ashby, Pauline Hanson dan Direktur Partai One Nation Queensland, Ian Nelson.

ABC News: Michael Atkin

Dr Soutphommasane mengatakan, ada rasa "deja vu" baginya terkait retorika terbaru Hanson itu.

Komisioner Komnas HAM ini mengaku pertama kali mendengar retorika tersebut di tahun 1990-an, sebagai anak muda dengan latar belakang keturunan Asia.

"Terjadi banyak keburukan dan perpecahan yang disebabkan oleh Hanson dan butuh beberapa tahun bagi kami untuk pulih kembali," katanya.

"Ketika terjadi debat di masa lalu mengenai Australia yang dibanjiri orang Asia, itu menyangkut diri saya dan orang yang perawakannya sama dengan saya dan perawakannya sama dengan keluarga saya," ujar Dr Soutphommasane.

"Namun isu ini melampaui urusan pribadi. Di sini kita bicara tentang debat yang memiliki implikasi bagi keberagaman budaya kita, keharmonisan masyarakat dan jenis masyarakat Australia seperti apa yang kita inginkan di tahun 2016," tuturnya.

Dia menambahkan, kejadian di luar negeri baru-baru ini, khususnya pasca Brexit di Inggris dan selama upaya Donald Trump menjadi Presiden AS, menunjukkan bagaimana urusan bisa berubah menjadi pelecehan dan kekerasan.

"Banyak contoh bagaimana mengizinkan kebencian bisa menjadi kekerasan dan keburukan di jalan-jalan dan di masyarakat kita," kata Dr Soutphommasane.

"Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang bisa merusak keberhasilan multikultural Australia," katanya. "Mari kita ingat sejarah dan jangan lengah terhadap bahaya yang kita hadapi sekarang."

Soutphommasane undang Hanson ngobrol dan makan pho

Dr Soutphommasane mengatakan dia mendorong perdebatan terkait ras, imigrasi dan multikulturalime namun mengingatkan hal itu perlu dilakukan secara terhormat dan terpulang kepada para pemimpin politik untuk mengatur nadanya.

Race Discrimination Commissioner Tim Soutphommasane was born in France after his parents fled communist Laos.
Komisioner Diskriminasi Rasis Komnas HAM Australia Tim Soutphommasane.

Dia mengatakan pandangan-pandangan Hanson berpotensi sangat merusak.

"Ada potensi besar bagi timbulnya kerusakan di saat Anda bicara dengan retorika yang menghasut atau mendorong xenophobia," ujarnya.

"Hal-hal itu merupakan resep bagi kebencian dan perpecahan. Toleransi rasial orang Australia dan keharmonisan masyarakat tidak akan berjalan oleh kebiasaan seperti itu," kata Dr Soutphommasane.

"Ada golongan di masyarakat kita yang ketakutan dengan terjadinya perubahan kultur dan prihatin mengenai identitas nasional," katanya.

"Dengan segala cara, mari kita dengarkan apa yang menjadi keprihatinan itu, namun mari kita lakukan dengan cara menghormati sesama warga Australia dan tanpa mengurangi status seseorang sebagai orang luar yang tidak diterima di Australia," katanya.

Dia mengundang Hanson untuk bertemu dan mendikusikan pandangan-pandangannya sembari menikmati makanan Asia di Sydney.

"Saya selalu terbuka berdialog dan jika Hanson menyukai sup pho atau babi guling di Cabramatta, saya dengan senang hati akan mentraktir dia dan ngobrol dengannya mengenai pertanyaan tentang ras dan imigrasi," katanya.

\'Pandangan ekstrim hanya mendatangkan masalah\'

Pernyataan Pauline Hanson juga memancing kritik dari pimpinan New South Wales Islamic Council, Khaled Sukkarieh.

"Pernyataan-pernyataan itu memecah belah dan berbahaya dan mendorong pandangan ektrimis baik di kalangan kiri maupun kanan," katanya kepada ABC.

"Pandangan ekstrim hanya mendatangkan masalah. Di Australia, kita hidup dalam masyarakat yang harmonis dan negara yang beruntung," ujar Sukkarieh.

"Kita tak ingin merusaknya dengan cara memproduksi xenophobia atau kebencian atau diskriminasi terhadap ras atau kelompok manapun," katanya.

"Orang Muslim telah hidup di negara ini lebih dari 150 tahun, mereka turut membangun negara ini," jelasnya.

Dia menambahkan, pernyataan Hanson bahwa masjid merupakan tempat dimana kebencian diajarkan adalah tidak benar, dan Sukkarieh menuduh Hanson yang justru mengajarkan kebencian terhadap orang lain dari balik corong mikrofonnya.

Sukkarieh juga mencontohkan persoalan di luar negeri yang menurut dia pelecehan rasis dan intoleransi memicu terjadi bentrok dan kekerasan.

Diterbitkan Pukul 12:00 AEST 5/7/2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved