Minggu, 26 April 2026
ABC World

Bahaya Sering Beri Obat Batuk dan Flu pada Anak

Rumah sakit Royal Children di Melbourne mengkhawatirkan semakin meningkatnya jumlah orang tua yang terburu-buru memberikan obat batuk…

Rumah sakit Royal Children di Melbourne mengkhawatirkan semakin meningkatnya jumlah orang tua yang terburu-buru memberikan obat batuk dan flu kepada anak-anak mereka yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

Jajak pendapat yang dilakukan rumah sakit itu menemukan warga Australia menghabiskan uang $67 juta per tahun untuk membeli obat batuk dan flu bagi anak-anak berusia di bawah 15.
Dr Anthea Rhodes, dokter anak di Rumah Sakit Royal Children, mengatakan jumlah orang tua yang memberikan anak-anaknya obat-obat ini sangat "menakutkan".
"Kita bicara secara khusus tentang obat batuk dan pilek pada anak di bawah usia enam tahun, di mana otoritas Obat-obatan Australia -Therapeutic Goods Administration - TGA) sangat jelas merekomendasikan penentangan obat-obatan tersebut, karena risiko efek sampingnya seperti denyut jantung yang tidak rata, mengantuk, lekas marah, bahkan kejang, "kata Dr Rhodes.
Dia mengatakan salah satu masalahnya adalah obat-obatan ini sangat mudah tersedia dan banyak orang gagal menyadari bahwa obat itu bisa memiliki risiko yang signifikan.
Dr Rhodes mengatakan mereka prihatin melihat orang tua yang mengaku memberikan anak-anak mereka obat pereda batuk dan flu, dan tiga-perempat dari mereka mengaku diperintahkan untuk melakukannya oleh apoteker.
"Dan sekitar 60 persen oleh dokter," katanya.

Dia mengatakan sementara itu mungkin memang terdengar membosankan dan kuno, tapi obat terbaik yang sesungguhnya adalah hal-hal seperti waktu, istirahat dan banyak minum.
"Semua hal-hal ini akan membantu pada sebagian besar penyakit umum di masa kanak-kanak," kata Dr Rhodes.
Dijadikan obat penenang anak

Dr Rhodes mengatakan studi ini juga menemukan bahwa vitamin atau suplemen juga dikonsumsikan oleh hampir 50 persen anak-anak di Australia.
"Ini merupakan jumlah yang mengejutkan," katanya.
"Kami menemukan bahwa warga Australia menghabiskan lebih dari $ 74 juta per tahun pada produk ini, yang hanya memberi sedikit manfaat yang telah terbukti bagi kesehatan.
"Paling-paling manfaatnya masih kontroversial dan bertentangan dan benar-benar tidak ada kaitan yang kuat yang menyatakan bahwa suplemen vitamin untuk anak-anak memiliki manfaat yang terbukti."
Studi ini juga menemukan bahwa satu dari tujuh orang tua Australia telah memberikan obat batuk dan flu untuk membius anak mereka saat bepergian.

"Kami menemukan obat yang paling umum digunakan adalah antihistamin, yang tidak aman untuk menjadi obat penenang bagi anak-anak, tidak dianjurkan dan dalam 15 persen kasus akan memiliki efek yang berlawanan dan benar-benar dapat membuat anak-anak hiperaktif."

Diterjemahkan pada pukul 18:15 WIB, 7/9/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved